Kroasia Kalahkan Panama 1-0 Saat Luka Modric Genapi 200 Penampilan

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Kroasia berhasil mengalahkan Panama dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Rabu (24/6), yang sekaligus menandai penampilan ke-200 sang kapten Luka Modric bersama negaranya.

Kemenangan krusial ini ditentukan oleh gol pemain pengganti Ante Budimir pada menit ke-54 setelah memanfaatkan umpan silang rendah Josip Stanisic. Hasil tersebut menjaga asa Kroasia untuk lolos ke babak gugur setelah sebelumnya menelan kekalahan 2-4 dari Inggris di Dallas.

Pencapaian bersejarah Modric memicu gelombang pujian emosional dari para pendukung Kroasia yang mengelu-elukannya dengan berbagai sebutan kehormatan.

"pahlawan nasional," ujar seorang penggemar kepada FanZone dari GOAL.

Suporter lain memberikan julukan kebesaran yang setara untuk sang kapten.

"jenius sepak bola," kata seorang penggemar lainnya.

Apresiasi tertinggi juga diutarakan oleh loyalis Vatreni di jalanan.

"dewa," sebut pendukung Kroasia.

Ungkapan emosional terus mengalir dari para suporter yang merasa sangat bersyukur atas dedikasi sang gelandang veteran selama hampir dua dekade.

"Dia pada dasarnya memiliki status seperti dewa di Kroasia," kata seorang penggemar.

Pernyataan itu didukung oleh sentimen serupa dari penonton lainnya mengenai status sang pemain.

“Saya merasa dia saat ini sudah seperti pahlawan nasional. Jujur saja.” tutur pendukung Vatreni.

Rasa terima kasih yang mendalam disampaikan atas kontribusi besar pemain berusia 40 tahun tersebut bagi nama baik negara mereka.

"Terima kasih telah mengangkat semangat negara kita selama bertahun-tahun ini dan membuat kita bangga pada negara ini," kata seorang pendukung yang terharu.

Kejeniusan sang maestro lapangan tengah dinilai sudah tidak perlu dipertanyakan lagi di dunia sepak bola.

"Modric, kamu jenius. Jenius sepak bola," seru seorang penggemar.

Ketika ditanya secara ringkas mengenai arti sang kapten bagi publik negaranya, jawaban singkat namun padat pun terlontar.

"Segalanya." ucap seorang pendukung.

Turnamen di Amerika Utara ini diprediksi menjadi panggung internasional terakhir bagi sang pemilik lima gelar Liga Champions tersebut.

"Tarian terakhir," kata seorang pendukung sambil mengangguk perlahan.

Harapan tinggi pun diapungkan agar akhir perjalanan ini berujung manis di laga puncak.

"Jadi, kita akan lolos ke final." tambah pendukung tersebut.

Meski demikian, sebagian fans masih menolak untuk percaya bahwa ini adalah akhir dari karier internasional sang gelandang.

"Sampai jumpa empat tahun lagi," kata seorang penggemar yang bersikap menantang.

Keyakinan bahwa sang kapten masih memiliki kemampuan fisik yang prima terus disuarakan oleh suporter setia.

"Kamu tahu, kamu masih bisa melakukannya sekali lagi." tutur penggemar tersebut.

Doa dan berkat juga terus mengalir untuk mengiringi sisa langkah Modric di turnamen akbar ini.

"Semoga Tuhan memberkati Anda," kata seorang penggemar.

Kalimat penutup dari perwakilan suporter menegaskan kembali warisan abadi sang kapten bagi seluruh negeri.

"Anda adalah pahlawan kami." pungkas penggemar tersebut.

Di sisi lain, mantan pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pandangan taktisnya kepada News Strait Times Malaysia mengenai kekuatan tim Kroasia di turnamen ini di luar sosok Modric.

"Bagi saya, dua pemain Kroasia terbaik saat ini adalah (Ante) Budimir, yang terus mencetak gol, dan (Martin) Baturina, yang kemungkinan akan bermain di sayap kiri," kata Bojan Hodak, Mantan Pelatih Persib Bandung.

Hodak melihat potensi besar dari kedua pemain tersebut untuk memberikan dampak instan di lini serang Vatreni.

"Menurut saya, mereka adalah pemain paling berbahaya saat ini, terutama Baturina," ujar Bojan Hodak, Mantan Pelatih Persib Bandung.

Sementara itu, mantan kepala pelatih Kroasia, Igor Stimac, yang kini menjadi pengamat sepak bola untuk Zee5 di Mumbai, memberikan analisis mendalam dilansir dari Hindustan Times terkait kesiapan talenta muda dalam menyokong tim.

"They have brought strength and ability to the team. Baturina comes off a good second half of the season with Como. We are convinced that once Luka is done, Baturina will be the one to put his feet into Luka’s big boots," ujar Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Stimac juga memuji kehadiran gelandang baru lainnya yang diproyeksikan mengisi pos penting yang ditinggalkan pemain senior terdahulu.

"He is similar to Brozovic, maybe even higher quality and this is saying a lot. He’s very creative and dangerous coming into the box. He can cover the pitch in the same way Brozovic did, running 16-17km per game." kata Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Menurutnya, strategi penempatan Modric juga harus disesuaikan demi menjaga keseimbangan dan kebugaran tim secara kolektif.

"But I am not there talking to him to see how he feels and whether it is personally better for him to play the last 30 minutes. Luka is very reasonable. He will start on the bench for the sake of the team." tutur Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Meskipun beberapa pilar utama diterpa badai cedera sebelum turnamen, mentalitas juara skuad asuhan Zlatko Dalic tetap diunggulkan.

"(But) We have senior players who know how to win medals in the World Cup. And I can tell you no team would want to face us in the knockout rounds." tegas Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Persaingan ketat di fase grup membuat setiap potensi kehilangan poin menjadi tekanan tersendiri bagi peta persaingan tim.

"A loss can put you under pressure because we have a very difficult opponent in Ghana. Panama should be okay if we are at our best." ucap Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Mengenai evaluasi kekalahan dari Inggris, Stimac menyoroti taktik lini tengah dalam mematikan pergerakan penyerang lawan.

"The defensive midfielders must protect space in front of Kane and as a central defender, you must make sure he doesn’t get behind you. You will also need to read the moves from the player who is on the ball and trying to serve Kane." tukas Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Ia mengingatkan bahwa kelengahan sedikit saja dalam mengawal penyerang kelas dunia akan berakibat fatal bagi pertahanan.

"He can hurt you from any position or in any situation. He can drop off and draw others into the game, he has a good header and is good with both feet. There are not many of his quality in the world. We need to do it as a unit, as a team." tambah Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Stimac kemudian mengenang sejarah ketatnya perjuangan generasi masa lalu saat Kroasia tampil mengejutkan di Piala Dunia 1998.

"By shutting out all kinds of distractions." jawab Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Absennya Kroasia di beberapa turnamen awal tahun 1990-an akibat perang pecahan Yugoslavia justru memicu motivasi berlipat ganda kala itu.

"Excitement was high. But we were relaxed and confident. Our generation had waited many years to be recognised. It was the first and last opportunity to prove our value." pungkas Igor Stimac, Mantan Pelatih Kroasia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed