Lapas dan Rutan Panen Hasil Tani Dukung Ketahanan Pangan
Tiga lembaga pemasyarakatan yaitu Lapas Kelas IIB Bondowoso, Lapas Kelas III Batulicin, dan Rutan Kelas IIB Majene menggalakkan program pembinaan pertanian bersama warga binaan pada Selasa (1/9/2026) dan Minggu (31/8/2026) guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Di Bondowoso, Jawa Timur, petugas bersama warga binaan berhasil memanen 16 kilogram terong di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Panen tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Bondowoso Nunus Ananto bersama jajaran pejabat pembinaan sebagai bentuk pemanfaatan lahan produktif.
Nunus Ananto menjelaskan bahwa program bercocok tanam ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
"Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki manfaat yang dapat dibawa pulang oleh warga binaan. Keterampilan bertani ini diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke keluarga dan masyarakat," kata Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto.
Sementara itu di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Lapas Kelas III Batulicin memanen 50 kilogram kangkung dari lahan pertanian minimalis. Tanaman yang dibudidayakan selama 23 hari tersebut tetap membuahkan hasil optimal meski dirawat dalam kondisi musim kemarau dengan ketersediaan air yang terbatas.
Seluruh hasil panen kangkung tersebut disalurkan langsung ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Alhamdulillah upaya ini membuahkan hasil, bahkan beberapa warga binaan telah panen sayur kangkung sebanyak 50 kg melalui budidaya berkelanjutan," kata Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq.
Thoha menegaskan bahwa pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan internal menunjukkan nilai pembinaan yang berkesinambungan dan memberikan dampak nyata.
"Ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan warga binaan untuk mengelola tanaman secara konsisten hingga masa panen, Ketika hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lapas, kegiatan ini memiliki nilai pembinaan sekaligus manfaat yang nyata," kata Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq.
Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan tanaman kangkung mengungkapkan pengalamannya selama menjalani proses perawatan di tengah keterbatasan air.
"Walaupun air terbatas karena kondisi kemarau, kami tetap berusaha merawat tanaman agar bisa tumbuh sampai panen. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa hasil membutuhkan kesabaran, keyakinan, dan tanggung jawab untuk menjalankan tugas sampai selesai," kata Warga Binaan Lapas Batulicin, H.
Di tempat terpisah, Rutan Kelas IIB Majene, Sulawesi Barat, melaksanakakan penanaman bibit cabai di lahan produktif lingkungan rumah dinas pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan pengolahan tanah dan penanaman bibit ini melibatkan peserta magang bersama warga binaan dengan pendampingan petugas rutan.
Petugas pembinaan program pertanian Rutan Majene Mikail menekankan pentingnya keberlanjutan dari setiap program pembinaan yang dijalankan.
"Proses pembinaan yang kami laksanakan, tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama Warga Binaan berada di Rutan, namun harus memberikan manfaat jangka panjang," kata Petugas Pembinaan Program Pertanian Rutan Majene, Mikail.
Warga binaan yang mengikuti proses awal penyiapan lahan hingga penanaman merasa mendapat bekal ilmu baru dari kegiatan tersebut.
"Kami mendapatkan pengalaman baru. Mulai dari menyiapkan lahan sampai menanam bibit, semuanya menjadi pembelajaran bagi kami," kata Warga Binaan Rutan Majene, Asmadi.
Kepala Rutan Majene Christy J. Thenu menambahkan bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian bertujuan melatih kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik pemasyarakatan.
"Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, tetapi juga belajar disiplin, bertanggung jawab dan bekerja secara produktif. Semoga keterampilan yang diperoleh Warga Binaan selama mengikuti pembinaan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," kata Kepala Rutan Majene, Christy J. Thenu.
Setelah penanaman bibit selesai, tanaman cabai di Rutan Majene akan dirawat secara rutin melalui penyiraman, pemupukan, dan pembersihan area tanam hingga memasuki masa panen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow