Pupuk Indonesia Catat Laba Rp8,5 Triliun di Tengah Penurunan Harga
Transformasi efisiensi operasional mendorong PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba bersih Rp8,51 triliun pada semester I 2026. Capaian yang dilansir dari Detik Finance ini tumbuh 253 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Lonjakan kinerja keuangan tersebut terjadi bertepatan dengan kebijakan pemerintah yang berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen bagi para petani.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penurunan harga tersebut menjadi peristiwa bersejarah yang didukung peningkatan volume ketersediaan di lapangan.
"Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata Prabowo dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menambahkan, kemudahan akses dan penurunan harga pupuk memberikan dampak langsung pada peningkatan hasil produksi pertanian nasional.
"Pada saat yang sama harga turun, tapi volume ketersediaan tambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itu produksi meningkat," ujarnya.
Pertumbuhan kinerja Pupuk Indonesia juga tercermin dari pendapatan yang mencapai Rp59,67 triliun atau naik 51 persen. EBITDA perusahaan melonjak 140 persen menjadi Rp14,28 triliun berkat efisiensi biaya serta diversifikasi produk non-subsidi.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa penguatan struktur keuangan perusahaan diarahkan untuk menopang agenda swasembada pangan nasional.
"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad.
Dari sisi distribusi, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6,33 juta ton pupuk bersubsidi hingga 1 September 2026. Angka ini setara 64,3 persen dari total alokasi 9,8 juta ton yang ditetapkan pemerintah.
Penyaluran tersebut melanjutkan tren positif tahun 2025, di mana perusahaan mendistribusikan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen secara tahunan.
Kelancaran penebusan pupuk di tingkat petani didukung oleh integrasi sistem i-Pubers serta implementasi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.
Rahmad menambahkan bahwa tata kelola baru dirancang agar rantai pasok pupuk berjalan lebih efektif dari pabrik hingga ke lahan pertanian.
"Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan," ungkap Rahmad.
Guna menjaga kesinambungan pasokan, Pupuk Indonesia mengandalkan kapasitas produksi nasional sebesar 14,8 juta ton per tahun. Perusahaan juga menyiapkan rencana peremajaan tujuh fasilitas pabrik dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow