Lembaga Pendidikan Tinggi Perkuat Kompetensi Kerja Melalui Penguatan Soft Skill

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan tinggi memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha guna meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital melalui penguatan pelatihan berbasis keterampilan. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri yang dinamis.

Dosen Universitas Nusa Mandiri, Sofian Wira Hadi, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan SUPER Training 2026 di SMK Bina Rahayu pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam sesi bertajuk "Resilience Mode: On, Siap Hadapi Dunia Nyata", peserta diajak memahami pentingnya mental tangguh, kemampuan adaptasi, rasa percaya diri, hingga kesiapan menghadapi proses rekrutmen kerja.

"Resiliensi bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana kita mampu bangkit dan terus melangkah dengan keyakinan. Dunia nyata membutuhkan pribadi yang siap menghadapi tantangan dan terus berkembang," ujar Sofian Wira Hadi, Dosen Universitas Nusa Mandiri.

Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif melalui diskusi, simulasi, motivasi karier, hingga penguatan mental. Guru BK SMK Bina Rahayu, Muhammad Salim Nurbayan, menilai kegiatan ini sangat penting dalam membantu siswa mempersiapkan masa depan mereka.

"Kegiatan ini membantu siswa mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan mental mereka sebelum masuk ke dunia kerja maupun pendidikan tinggi," jelas Muhammad Salim Nurbayan, Guru BK SMK Bina Rahayu.

Sementara itu, pihak manajemen universitas menekankan bahwa keterlibatan para pengajar di sekolah merupakan bentuk kontribusi nyata kampus terhadap dunia pendidikan. Pelajar tingkat atas dinilai perlu mendapatkan wawasan sejak dini mengenai kesiapan karier dan pengembangan diri.

"Universitas Nusa Mandiri memiliki dosen-dosen yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga aktif berbagi ilmu, pengalaman, dan kompetensi profesional kepada siswa sekolah. Kami percaya pelajar SLTA perlu mendapatkan wawasan sejak dini tentang kesiapan karier, pengembangan diri, dan pentingnya pendidikan tinggi," ujar Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda dalam rilis pada Selasa, 19 Mei 2026.

Andry menambahkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman. Kesiapan tersebut dapat dibangun melalui kombinasi keahlian yang tepat.

"Kami ingin kehadiran UNM Margonda memberikan nilai tambah bagi sekolah dan siswa. Melalui pelatihan seperti ini, siswa tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga memahami bahwa masa depan bisa dipersiapkan sejak sekarang melalui skill, mental yang kuat, dan pilihan pendidikan yang tepat," tambah Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda.

Di sisi lain, pergeseran sistem rekrutmen global saat ini mulai mengarah pada pendekatan perekrutan berbasis keterampilan berdasarkan laporan LinkedIn Talent Solutions. Menanggapi ketatnya persaingan profesional tersebut, Universitas Nusa Mandiri bersiap menggelar webinar daring pada Selasa, 26 Mei 2026.

"Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif, komunikatif, kreatif, dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Karena itu, mahasiswa harus mulai membangun kualitas diri sejak di bangku kuliah agar mampu tampil unggul dan siap bersaing secara profesional," ujar Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.

Arif menegaskan komitmen pihak universitas untuk terus memfasilitasi mahasiswa dengan program pembekalan yang relevan dengan kebutuhan industri modern saat ini. Penguatan mindset profesional menjadi fokus utama bagi para calon lulusan.

"Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, dan membangun mindset profesional sejak dini. Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja global," tambah Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.

Langkah konkret dalam penyiapan kompetensi juga dijalankan oleh pemerintah daerah guna menekan angka pengangguran. Upaya tersebut diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha.

"Di antaranya melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta peningkatan kualitas soft skill tenaga kerja," kata Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed