Masa Tunggu Kerja Lulusan FTMD ITB Capai Kurang dari 4 Bulan
Alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) mencatatkan masa tunggu kurang dari empat bulan untuk memperoleh pekerjaan pertama. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB berdasar hasil Tracer Study ITB 2025.
Survei yang dihimpun pada Agustus 2025 tersebut melibatkan lebih dari 250 alumni angkatan 2018. Lulusan Teknik Mesin menjadi responden terbanyak dengan jumlah 125 orang dari total tingkat respons survei yang mencapai sekitar 85 persen, dilansir dari Detikcom.
Hasil tracer study memperlihatkan variasi durasi pencarian kerja pada tiap program studi. Alumni Teknik Mesin mencatat waktu tunggu tersingkat, yakni median 1 bulan yang diperoleh 105 dari 125 alumni. Sementara itu, 43 dari 63 alumni Teknik Material membutuhkan waktu 1,5 bulan.
Masa tunggu paling lama dialami oleh alumni Teknik Dirgantara. Sebanyak 43 dari 69 alumni program studi tersebut membutuhkan median waktu 4 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertama mereka.
"Median waktu tunggu alumni untuk memperoleh pekerjaan pertama kurang dari 4 bulan setelah lulus, meskipun terdapat variasi pada masing-masing program studi. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FTMD memiliki daya saing yang baik dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," tulis Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB dalam unggahannya pada 21 Agustus 2026.
Platform daring atau internet menjadi saluran utama bagi para lulusan dalam berburu karier. Sebanyak 40 persen alumni Teknik Mesin dan 44 persen alumni Teknik Material memanfaatkan media internet, disusul jalur relasi masing-masing 31 persen dan 26 persen. Sisanya memanfaatkan layanan ITB Career Center.
Pola sedikit berbeda terlihat pada alumni Teknik Dirgantara. Proporsi pencarian kerja melalui internet dan jalur relasi berimbang di angka 37,4 persen, sedangkan 7,1 persen lainnya dihubungi langsung oleh pihak perusahaan.
Dari keterserapan industri, perusahaan multinasional menjadi penampung terbesar dengan porsi 46 persen alumni FTMD angkatan 2018. Sebanyak 38 persen bekerja di perusahaan nasional dan 16 persen sisanya berkarier di perusahaan skala lokal.
Berdasarkan bentuk badan usaha, mayoritas alumni atau sebanyak 83 persen memilih karier di sektor swasta. Sementara itu, 11 persen alumni tercatat bekerja di lingkungan BUMN maupun BUMD.
| Kategori Sektor BPS | Bidang Usaha | Persentase Alumni |
|---|---|---|
| Kategori C | Industri Pengolahan | 21% |
| Kategori M | Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis | 12% |
| Kategori G | Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil & Sepeda Motor | 11% |
| Kategori S | Aktivitas Jasa Lainnya | 10% |
| Kategori B | Pertambangan dan Penggalian | 9% |
Selain langsung terjun ke dunia kerja, sekitar 20 persen lulusan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor. Beberapa kampus luar negeri yang menjadi tujuan di antaranya Nanyang Technological University, University of Toronto, Monash University, serta The University of Tokyo.
FTMD resmi berdiri secara mandiri pada 10 September 2007 setelah sebelumnya merupakan bagian dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Fakultas ini mengelola tiga program studi sarjana, yakni Teknik Dirgantara, Teknik Material, dan Teknik Mesin, serta jenjang magister dan doktor.
Pada seleksi penerimaan mahasiswa baru 2026, FTMD mencatatkan 11.578 peminat dari seluruh jalur masuk. Dengan tingkat keketatan mencapai 3,7 persen, sebanyak 454 calon mahasiswa berhasil diterima dan menyelesaikan proses daftar ulang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow