Likud Pasang Reklame Musuh Netanyahu di Tel Aviv Jelang Pemilu

Smallest Font
Largest Font

Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memajang reklame raksasa di jalan raya utama Tel Aviv sejak pertengahan Agustus 2026 untuk menampilkan sejumlah tokoh dunia yang dianggap berseberangan dengan Israel jelang pemilu Oktober mendatang. Pemasangan baliho kampanye tersebut memuat gambar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Wali Kota New York Zohran Mamdani, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem. "Mereka Ingin Netanyahu Kalah, Jangan Biarkan Mereka Menang," bunyi tulisan berbahasa Ibrani pada reklame tersebut, sebagaimana dilansir CNN.

Langkah politik ini mengemuka di tengah keterpurukan elektabilitas Partai Likud berdasarkan survei Channel 12, yang memproyeksikan partai tersebut hanya meraih 21 kursi parlemen dan kalah dari Partai Yashar bentukan Gadi Eisenkot dengan 24 kursi.

"Pemilu ini akan ditentukan oleh setiap suara. Jangan sia-siakan suara Anda pada partai-partai kecil yang mungkin tidak lolos ambang batas dan justru membawa kubu kiri berkuasa. Jangan buang-buang suara.

Pertahankan kubu kanan. Pilihlah Likud," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, melalui akun Instagram miliknya. Di samping dinamika domestik, ketegangan militer turut meningkat setelah jet tempur Israel melancarkan delapan serangan ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Idlib, Suriah.

Tel Aviv menuding serangan bertujuan menggagalkan pengerjaan fasilitas militer Turki.

Klaim intelijen Israel tersebut langsung dibantah oleh pihak Ankara maupun Washington. Sumber Kementerian Pertahanan Turki menegaskan tidak ada unit militer mereka di pangkalan udara tersebut saat gempuran terjadi. Utusan Presiden Amerika Serikat untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menilai tindakan militer Israel tergolong sangat agresif dan berisiko memicu bentrokan langsung.

Atas situasi itu, media nasional Israel Haaretz menerbitkan editorial kritis yang menyoroti kepemimpinan Netanyahu dalam mengelola stabilitas kawasan. "Ketika kami bertanya-tanya apakah, menjelang pemilu, Benjamin Netanyahu akan memilih untuk berperang di Gaza atau Lebanon, atau mungkin memicu Tepi Barat, dia memutuskan untuk melakukan langkah di Suriah utara, memperluas front dengan Turki," tulis media Haaretz dalam editorialnya. Surat kabar tersebut menilai aksi pengeboman udara tidak dapat menggantikan peran diplomasi yang matang.

"Israel bertindak dengan cara yang bertentangan dengan logika ini," tulis Haaretz.

Media tersebut menambahkan bahwa langkah agresif pemerintah justru menjauhkan para aktor kunci internasional. "Karena itu, Israel tidak hanya menjauhkan Suriah, tetapi juga semua pemain lain yang terlibat di sana, terutama AS," tulis Haaretz. Haaretz memeringatkan bahwa skema operasi militer Netanyahu di kawasan utara berisiko tinggi tanpa hasil nyata.

"Ketika Netanyahu membual tentang operasi yang sangat terarah di Suriah utara, yang berbahaya dan tidak ada gunanya, aliansi-aliansi baru sedang terbentuk di bawah hidungnya, dan Israel bukan bagian dari aliansi tersebut," tulis Haaretz.

Media tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dibanding mengandalkan militerisme semata. "Seseorang tidak dapat menciptakan keamanan dan menggagalkan ancaman hanya dengan melakukan pengeboman. Ini bukan pengganti diplomasi dan kebijakan yang dipikirkan dengan matang, sesuatu yang pada era Netanyahu telah kehilangan maknanya," tulis Haaretz.

Haaretz lantas mendesak pimpinan negara agar mengindahkan peringatan dari pihak diplomatik AS. "Israel harus mendengarkan peringatan yang disampaikan utusan Barrack dan berhati-hati agar tidak terjerat konflik dengan Turki," tulis Haaretz.

Pemerintah Suriah secara resmi telah melayangkan surat keberatan diplomasi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB terkait agresi udara Israel di wilayahnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed