Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni Bersiap Hadapi Final Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pertandingan final Piala Dunia 2026 di New Jersey menjadi panggung pertemuan emosional antara pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente dan juru taktik Argentina Lionel Scaloni pada Minggu, 20 Juli 2026. Laga penentu ini mempertemukan dua sosok yang pernah memiliki hubungan sebagai guru dan murid dalam kursus kepelatihan resmi Federasi Sepak Bola Spanyol pada 2017 silam.

Sebelum bentrokan di lapangan hijau, kedua pelatih sempat menghadiri acara seremonial resmi yang diselenggarakan oleh FIFA di Manhattan, New York. Dalam perjumpaan tersebut, Scaloni dan De la Fuente menunjukkan kedekatan emosional yang erat melalui sebuah pelukan hangat di atas panggung utama.

"Vengo por vos" bisik Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Pelatih asal Argentina tersebut juga mengungkapkan pandangannya mengenai atmosfer acara seremonial yang dipenuhi oleh para kolektor dan bintang olahraga dunia tersebut.

"Estábamos en una situación surrealista ahí..." ujar Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Scaloni menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara formal tersebut semata-mata didorong oleh rasa hormat kepada mantan mentornya.

"Fui porque iba a ir él. Si no..." kata Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Kedekatan masa lalu di pusat pelatihan Las Rozas diungkapkan kembali oleh mantan rekan seangkatan Scaloni yang mengingat masa-masa awal sang pelatih belajar menyusun taktik tertulis.

"Pero, loco, si no sabía ni escribir" tutur Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Tomé menceritakan bagaimana kerja sama mereka di ruang kelas berjalan beriringan dengan kecerdasan praktis yang dibawa Scaloni dari pengalamannya sebagai mantan pesepak bola profesional.

"Hice las primeras prácticas con él, y lo de escribir me lo dejaba a mí. Luego el tipo era muy listo, muy vivo. Tenía esa parte del fútbol de haber sido jugador" tambah Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Jadwal pelatihan intensif yang melelahkan selama enam minggu juga dikonfirmasi oleh mantan penyerang Uruguay yang menjadi rekan sekamar Scaloni semasa membela Deportivo La Coruna.

"Arrancábamos a las ocho y media, parábamos a comer a la una y media y a las tres y media estábamos de vuelta hasta las siete. ¡No nos lo regalaban!" jelas Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Suasana kelas taktik yang dipimpin langsung oleh De la Fuente diakui berjalan sangat dinamis dan interaktif oleh para mantan peserta kursus.

"Sus clases eran muy amenas" sebut Carlos Gurpegui, Mantan Pesepak Bola Spanyol.

Gurpegui menambahkan bahwa karakter De la Fuente yang menyenangkan membuat proses belajar yang menuntut kedisiplinan tinggi menjadi lebih mudah diserap oleh para siswa.

"Él es un tío muy divertido. Es de las personas que cuando vas a un curso en el que quieres aprender te lo hace más llevadero. Y dentro de que era muy ameno, muy abierto, tenía claro que estábamos allí para aprender.

Que no pasaran las horas y no te llevaras nada. Era exigente" lanjut Carlos Gurpegui, Mantan Pesepak Bola Spanyol.

Sebagai instruktur, De la Fuente dinilai lebih menyukai implementasi materi langsung di atas rumput hijau ketimbang pemaparan teori di dalam ruangan.

"Se sentía más cómodo en el campo" ungkap Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Tomé menjelaskan cakupan materi kepelatihan yang diberikan mencakup penyelesaian taktis menghadapi berbagai macam formasi permainan lawan.

"Él llevaba la parte relacionada con los sistemas, con las estructuras enfrentadas, con las soluciones ante diferentes propuestas. Hacíamos una parte en clase y otra, la mayoría, en el campo. Era un profe enrollado.

Nos hacía reír. Nos entendía. Tenía empatía para pensar en lo que necesitábamos.

Y era exigente" urai Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Minat mendalam Scaloni terhadap analisis pertandingan sepak bola bahkan membuatnya sering menghabiskan waktu malam untuk mempelajari rekaman laga.

"Era un loco de ver partidos" kata Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Hasrat besar Scaloni dalam membedah variasi ruang dan formasi menjadi modal utama ketika dirinya membawa Argentina memenangi gelar juara dunia sebelumnya.

"No dormía. Como yo también madrugo, coincidíamos en el desayuno y me decía: ‘Me vi el partido este a las dos de la mañana… Tenía una pasión, una energía… Me acuerdo de hablar con él de diferentes estructuras, de diferentes soluciones. En eso era un aventajado.

La Argentina que ganó el Mundial fue una Argentina que fue cambiando de sistema. Scaloni hablaba de espacios, tenía en la cabeza todas las estructuras…” papar Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Karakter kompetitif Scaloni tidak hanya terlihat di ruang taktik, melainkan juga terbawa hingga ke sesi permainan hiburan pascapelatihan.

"jugaba a muerte, como es él, intenso, aguerrido, de los de ‘por aquí no pasas” ucap Montse Tomé, Mantan Rekan Kursus Kepelatihan.

Rutinitas olahraga tenis kaki setelah kelas usai juga menjadi agenda tetap yang mempertemukan nama-nama besar mantan pemain La Liga.

"Solíamos jugar también al fútbol tenis tres contra tres. Iraola, Orbaiz y yo contra Manuel Pablo, Valerón y Scaloni" ingat Carlos Gurpegui, Mantan Pesepak Bola Spanyol.

Di antara seluruh peserta kursus, kemampuan manajerial menonjol dari figur Andoni Iraola juga sudah mulai terprediksi sejak awal.

"Andoni Iraola era uno de los mejores" puji Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Pandiani menegaskan bahwa kesuksesan Iraola di kompetisi siprus menjadi bukti awal kualitas kepelatihan angkatan mereka.

"Míralo. Justo después se fue al Larnaca, en Chipre, y ya lo hizo espectacular" lanjut Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Pembagian kelompok kerja selama kursus memperlihatkan perbedaan karakteristik kepemimpinan di antara para calon pelatih elite tersebut.

"Éramos compañeros de grupo de trabajo" kata Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Pandiani menilai gaya pendekatan Javier Saviola cenderung lebih cocok sebagai pendamping teknis yang berada dekat dengan personal pemain.

"Ya veías que era más un segundo entrenador, más de estar cerca del jugador" nilai Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Sebaliknya, kombinasi carisma, profesionalitas, dan kemampuan komunikasi massa membuat Scaloni diprediksi menjadi manajer utama yang sukses.

"Sabías que a este le daban un equipo, y un tipo que sabe hablar con el grupo, que sabe lo que quiere para su equipo, con la profesionalidad que tiene, ese carisma de cercanía con el jugador... Todo eso hacía un combo perfecto para conseguirlo" tegas Walter Pandiani, Mantan Pesepak Bola Uruguay.

Kritik tajam sempat menerpa penunjukan awal Scaloni sebagai arsitek tim nasional Argentina dari tokoh sepak bola legendaris negara tersebut.

"¿Scaloni? No puede dirigir ni el tráfico" cetus Diego Maradona, Legenda Sepak Bola Argentina.

Di kubu berseberangan, Luis de la Fuente fokus memberikan kepercayaan penuh kepada talenta muda andalannya tanpa membebani sang pemain dengan ekspektasi berlebih.

"Lamine sea Lamine" pinta Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente menekankan pentingnya dedikasi dan kerja keras tanpa henti sebagai satu-satunya jalur yang membawa timnya menembus babak final.

"trabajando, trabajando y trabajando" sahut Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pelatih La Roja tersebut secara terbuka menyampaikan rasa hormatnya yang mendalam kepada juru taktik pertahanan Albiceleste.

"un equipo dirigido por un amigo mío por el que tengo admiración y reconocimiento" aku Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Sementara itu, Scaloni kembali menegaskan motif utamanya menghadiri acara seremonial FIFA di New York sebelum laga puncak dimulai.

"porque sabía que venía Luis" jelas Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Mengenai luapan emosional pascapertandingan yang sering terlihat di bangku cadangan, Scaloni mengaitkannya dengan ikatan sosial masyarakat Argentina.

"Ves a tu gente como festeja que es imposible que no te toque el corazón. Jugamos por ellos. Hemos recuperado algo, la gente ahora se sienta delante de la televisión para ver los partidos de Argentina y se abraza uno de River con otro de Boca. Es bueno sacar las emociones, es parte de la vida, te hace más humano" urai Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Pujian bernada sejarah juga dilaporkan datang dari bibir kapten tim Lionel Messi setelah kemenangan krusial pada babak semifinal.

"eres historia pura" bisik Lionel Messi, Kapten Timnas Argentina.

Menanggapi sanjungan megabintang tersebut, Scaloni memilih untuk menempatkan fokus utama kepada status kebintangan sang pemain.

"porque la leyenda es Leo, me llena de orgullo que el mejor futbolista haga lo que hace. Ojalá ganemos la final" tanggap Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Terkait persiapan teknis menjelang laga, Scaloni berseloroh mengenai kekhawatiran utamanya terhadap kelancaran transportasi tim.

"salga el autobús del hotel" canda Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Dirinya pun menyatakan telah meninggalkan segala bentuk takhayul pertandingan sejak kekalahan mengejutkan di masa lalu.

"ciau a las zapatillas" seloroh Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Berdasarkan catatan sejarah materi kursus, De la Fuente mengingat dengan detail posisi duduk serta komposisi peserta angkatan emas tersebut.

«Scaloni se sentaba en primera fila, junto a Montse Tomé (segundo entrenador de la selección española que ganó el Mundial Femenino de 2023)» kenang Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pelatih Spanyol itu bangga melihat perkembangan karier para mantan anak didiknya yang kini mendominasi panggung sepak bola internasional.

«compañeros» sebut Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Materi inti yang dibawakan De la Fuente belasan tahun lalu mencakup transformasi struktural taktik permainan modern.

"la evolución del fútbol" cetus Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Fokus pengajaran sekunder difokuskan pada metodologi solid dalam membangun kerangka kerja sama tim di dalam organisasi olahraga.

"cómo construir un equipo" tambah Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Di sisi lain, hubungan personal yang cair menjadi poin penting yang dirasakan oleh Scaloni sepanjang masa adaptasinya di lingkungan sepak bola Eropa.

“Además de haber sido mi profe en el curso de entrenador, yo he tenido una particular relación con él, porque me gusta su cercanía y casualmente hoy nos encontramos en una final” aku Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Apresiasi timbal balik juga disuarakan oleh De la Fuente mengenai kompetensi taktis dan kualitas kepribadian koleganya.

“Soy admirador de él en lo futbolístico y es una gran persona” puji Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Meskipun demikian, sejarah mencatat keraguan awal publik sepak bola Amerika Selatan terhadap kapabilitas kepemimpinan Scaloni tetap melekat.

“¿Scaloni? No puede dirigir ni el tráfico” ulang Diego Maradona, Legenda Sepak Bola Argentina.

Menghadapi dinamika turnamen, manajemen skuad Argentina menegaskan keputusan rotasi pemain murni didasarkan pada kebutuhan strategis di lapangan.

“Hacemos lo que creemos que el partido necesita. Nos podemos equivocar…el entrenador quiere sacar lo mejor del equipo y por suerte ellos lo entienden” terang Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Meskipun memiliki keterikatan emosional dan domisili keluarga di wilayah Spanyol, Scaloni menegaskan komitmen profesionalnya untuk memenangi trofi.

“Ustedes saben que yo vivo en España, tengo familia española, pero el domingo, lo siento, vamos a intentar ganarles” tegas Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Kesesuaian filosofi dasar kedua tim dalam mengendalikan jalannya pertandingan diakui menjadi kesamaan utama kedua finalis.

"Tenemos patrones parecidos, somos amigos y lo aprecio mucho" ujar Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Scaloni menyatakan bahwa meskipun hubungan pertemanan mereka sangat dekat, detail implementasi taktik tetap menjadi rahasia masing-masing.

"Bueno, me conoce como persona. Nos sabemos mucho, somos amigos, sí, pero no sabe lo que yo pienso del fútbol" cetus Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Persamaan identitas permainan berbasis penguasaan bola diprediksi akan mendominasi jalannya laga final di New Jersey.

"Lo que sí sabemos es cómo juega su equipo y él sabe cómo juega el mío. Hemos estado hablando de los patrones de cada uno, pero son evidentes. Los patrones futbolísticos de cada equipo son evidentes: a través de la pelota, los dos, con algunos matices, cada uno el suyo, atacar de una manera o de otra, pero sí, a través del balón" ulas Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Scaloni berharap filosofi menyerang yang diusung kedua tim mampu memberikan tontonan yang menghibur bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia.

"Y en eso creo que sí tenemos patrones parecidos, que intentamos hacernos fuertes con la pelota. En eso es verdad que somos similares. Así que esperemos que el domingo sea un buen espectáculo y, sobre todo, para que la gente lo disfrute y sea un buen partido de fútbol" harap Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Kekuatan lini serang skuad Matador di bawah asuhan De la Fuente kembali memicu komentar jenaka dari sang manajer lawan.

"Que el autobús salga del hotel ya me preocupa" kelakar Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Upaya menutup ruang gerak armada Spanyol menjadi prioritas utama pertahanan tim Tango demi meredam agresivitas lawan sejak menit awal.

"Que salga el autobús del hotel. Eso me preocupa. Intentaremos que el autobús, el colectivo, no salga del hotel" gurau Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Scaloni menutup konferensi pers resmi dengan memberikan penilaian komprehensif atas kualitas kolektif dan konsistensi yang ditunjukkan oleh Spanyol.

"¿Cómo no va a preocupar España? Es un gran equipo, es una gran selección, que viene haciendo una etapa con Luis muy buena. Me pone contento, la verdad. Así que de España me preocupa todo" tutup Lionel Scaloni, Pelatih Timnas Argentina.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed