Luka Modric Buka Peluang Kembali ke Real Madrid Usai Pensiun

Smallest Font
Largest Font

Gelandang AC Milan Luka Modric membuka peluang untuk kembali ke Real Madrid setelah masa kariernya sebagai pesepak bola profesional berakhir, di mana pihak klub dikabarkan telah menyiapkan dua opsi peran strategis baginya.

Pemain berkebangsaan Kroasia tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya ingin kembali ke Madrid apabila mampu memberikan kontribusi nyata bagi klub, bukan sekadar menjadi figur seremonial atau simbol semata.

"Saya berharap demikian. Jika saya jujur, saya tidak perlu menyembunyikannya: Madrid adalah rumah saya, dan tentu saja saya ingin kembali suatu hari nanti," ujar Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Pemain berusia 40 tahun itu juga menekankan pentingnya peran aktif jika nantinya ia menjabat suatu posisi di jajaran manajemen atau staf klub tempat ia mengukir sejarah tersebut.

"Saya tidak ingin sekadar kembali agar ada di sana. Saya ingin berguna, saya ingin membantu Madrid," kata Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Keterikatan emosional Modric dengan kota Madrid dipengaruhi oleh keluarganya yang menghabiskan waktu 13 tahun tinggal di ibu kota Spanyol tersebut selama masa baktinya di klub.

"Ketika kami sedang berlibur, anak-anak saya bertanya kepada saya: Kapan kita pulang ke rumah? Dan yang mereka maksud adalah Madrid," ujar Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Pemain yang kini memasuki musim keduanya di AC Milan tersebut mengakui masih kerap mengenang momen perpisahannya yang emosional dengan para pendukung Real Madrid.

"Saya terkadang masih melihat foto-foto dari hari perpisahan saya hingga hari ini. Ketika Anda melihat orang-orang di tribun menangis, itu memenuhi Anda dengan rasa bangga," kata Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Modric menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa AC Milan kembali bersaing di kompetisi Champions League tanpa memedulikan usianya.

"Saya ingin memberikan segalanya agar Milan kembali menang," ujar Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Ia pun menolak anggapan bahwa usia menjadi penentu kualitas seorang pemain profesional di atas lapangan hijau.

"Seseorang tidak boleh melihat usia atau paspor, hanya melihat apa yang Anda tunjukkan di lapangan," kata Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Mengenai pencapaian kariernya di klub raksasa Spanyol tersebut, ia mengaku tidak pernah menduga akan menjadi pemain yang mengoleksi gelar terbanyak sepanjang sejarah Real Madrid.

"Saya tidak pernah bisa membayangkan dalam mimpi terliar saya untuk menjadi pemain paling sukses dalam sejarah klub," ujar Luka Modric, Gelandang AC Milan.

Jurnalis Thomas Roncero dilaporkan Defensa Central menilai pengetahuan taktik dan kebiasaan Modric memantau perkembangan sepak bola global membuatnya sangat cocok menduduki posisi manajemen olahraga atau staf teknis pelatih di Valdebebas.

"Saya menyadari bahwa dia pasti akan kembali ke Madrid, dan saya yakin dia tidak ingin kembali ke Madrid sebagai duta besar, tetapi ingin merasa penting," kata Thomas Roncero, Jurnalis.

Roncero menambahkan bahwa kapasitas analitis sang pemain menjadi modal berharga untuk berkarier di luar lapangan.

"Saya melihatnya di Staf Teknis seorang pelatih atau di Manajemen Olahraga karena dia adalah seorang pelajar dan penggemar berat sepak bola. Dia menonton semua pertandingan dan mengenal para pemain," ujar Thomas Roncero, Jurnalis.

Mantan pelatih Real Madrid Jose Mourinho turut mengenang kerumitan proses transfer Modric saat diboyong dari Tottenham Hotspur pada musim panas 2012 silam.

"Kami sangat menginginkannya, tetapi hampir mustahil untuk bernegosiasi dengan Daniel Levy," kata Jose Mourinho, Pelatih Sepak Bola.

Mourinho mengungkapkan bahwa negosiasi dengan pihak Tottenham berlangsung amat alot hingga Real Madrid sempat mempertimbangkan untuk mundur dari proses perekrutan.

"Ketika kami berada di Amerika Serikat, suatu hari semuanya tampak selesai, dan hari berikutnya tampak mustahil. Saya terus berbicara dengan Jose Angel Sanchez. Kadang-kadang dikatakan 'ya', kadang-kadang 'tidak'," ujar Jose Mourinho, Pelatih Sepak Bola.

Faktor utama yang merampungkan kepindahan sang gelandang pada akhirnya adalah keinginan kuat dari Modric sendiri untuk mengenakan seragam Los Blancos.

"Modric benar-benar ingin datang. Bagi kami dia adalah pemain ideal karena dia bisa bermain sebagai nomor 6, nomor 8, atau nomor 10," kata Jose Mourinho, Pelatih Sepak Bola.

Mourinho membeberkan bahwa ia sempat menerima banyak kritik dari media massa terkait performa awal sang pemain pada bulan-bulan pertama di Madrid.

"Selama beberapa bulan kalian membantai saya," ujar Jose Mourinho, Pelatih Sepak Bola.

Kritik tersebut akhirnya mereda seiring dengan peningkatan performa Modric di lapangan hingga mampu membuktikan kapasitasnya secara konsisten.

"Dia membuat semua orang mengubah pendapat mereka dan bungkam," kata Jose Mourinho, Pelatih Sepak Bola.

Selama membela Real Madrid, Modric tercatat mempersembahkan berbagai gelar bergengsi termasuk enam trofi Champions League serta penghargaan individu Ballon d'Or pada tahun 2018.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed