Ruben Amorim Tarik Luka Modric Saat AC Milan Imbang Lawan Lazio
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memutuskan untuk mengganti gelandang Luka Modric pada jeda babak pertama dalam pertandingan Serie A melawan Lazio yang berakhir imbang 2-2 di Stadio Olimpico, Sabtu 12 September 2026.
Keputusan taktis tersebut diambil setelah Rossoneri tertinggal dua gol di babak pertama akibat gol Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin, sebelum pemain pengganti Diego Moreira mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan.
Di samping Moreira, Amorim juga memasukkan Christian Pulisic dan Yunus Musah pada awal babak kedua untuk menggantikan Pervis Estupinan, Ruben Loftus-Cheek, dan Modric guna menambah intensitas permainan.
Modric yang baru genap berusia 41 tahun mengalami kesulitan menghadapi tekanan tinggi pemain Lazio dengan mencatatkan 36 umpan akurat dari 42 percobaan, tetapi kehilangan penguasaan bola sebanyak 13 kali.
Laporan pertandingan mencatat Modric hanya menyelesaikan 50 persen umpan jauh, 38 persen umpan progresif, serta 40 persen umpan ke dalam kotak penalti lawan sebelum akhirnya ditarik keluar.
Seusai pertandingan, Amorim membeberkan alasan teknis di balik penarikan gelandang veteran asal Kroasia tersebut yang dinilainya kesulitan ketika pertandingan berjalan dalam tempo tinggi tanpa kendali bola.
"Kami harus sangat baik dalam menguasai bola agar Luka merasa nyaman dalam permainan. Jika kami mengubah pertandingan menjadi perpindahan bola yang konstan dan lari yang tergesa-gesa, itu bukan jenis permainan untuknya. Dan itulah mengapa kami mengubah pendekatan di babak kedua dengan memasukkan Musah: kami paham kami membutuhkan sedikit lebih banyak kecepatan di lini tengah. Selain itu, saya pikir Luka terlalu turun mendekati bek tengah, meninggalkan kami dengan empat pemain untuk memulai serangan dan lebih sedikit orang di antara lini," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Amorim menegaskan bahwa gaya bermain yang mengandalkan penguasaan bola penuh menjadi syarat utama agar potensi Modric dapat dimaksimalkan di dalam tim.
"Kami bisa bermain dengan Luka, tetapi untuk melakukan itu, kami harus mengubah permainan menjadi salah satu dominasi penguasaan bola dan kontrol. Jika itu menjadi pertandingan adu lari, itu mustahil baginya," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Pelatih asal Portugal itu kembali menekankan pentingnya penguasaan bola agar pemain berusia 41 tahun tersebut dapat memberikan kontribusi maksimal di lapangan.
"Luka tidak bisa menekan sepanjang waktu, tetapi dia selalu mendikte tempo permainan dan memahaminya lebih baik dari siapa pun. Sebagai pelatih, saya harus memilih. Bersamanya, kita mungkin kehilangan sesuatu dalam penekanan, tetapi dengan bola, kita memiliki lebih banyak kontrol. Luka memberi kita sesuatu yang ekstra dengan bola, dan saya menginginkan tim yang mendominasi penguasaan bola," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Perubahan taktik di babak kedua terbukti efektif secara statistik, di mana AC Milan mencatatkan 71,9 persen penguasaan bola dan menciptakan 0,72 xG dibandingkan Lazio yang hanya meraih 0,02 xG.
"Tanpa kontrol, dia tidak punya peluang," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Amorim juga menyoroti penurunan performa seluruh skuadnya pada paruh pertama pertandingan yang dinilai tampil tanpa energi cukup sebelum bangkit pada paruh kedua.
"Energi di babak pertama jujur tidak ada, kami kehilangan begitu banyak penguasaan bola tanpa tekanan, umpan-umpan sederhana. Mereka melewati bek kami terlalu mudah, tetapi babak kedua adalah kebalikannya. Kami memiliki energi, kami mengontrol permainan, itu adalah tim yang sepenuhnya berbeda dan permainan yang sepenuhnya berbeda.
Kami berhasil mengamankan satu poin, tetapi jika Anda melihat permainannya, kami harus melakukan yang lebih baik. Anda tidak bisa bermain hanya satu babak," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Mantan pemain AC Milan, Zvone Boban, sebelumnya telah memprediksi kesulitan yang bakal dihadapi Modric dalam skema permainan berintensitas tinggi milik Amorim.
"Saya percaya akan sulit bagi Luka untuk bermain dalam sistem Amorim. Bersama Allegri, dia dilindungi oleh dua gelandang tengah dan bermain dalam; sekarang dia harus menutupi 60 meter dengan pemain lain. Ini akan sulit," kata Zvone Boban, Mantan Pemain AC Milan.
AC Milan dijadwalkan bertanding menghadapi Benfica dalam laga Liga Europa pada Rabu mendatang, sebelum menjamu Lecce di San Siro pada laga Serie A berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow