Maestro Lukis Indonesia Nasirun Meninggal Dunia di Yogyakarta
Dunia seni rupa Indonesia berduka atas wafatnya maestro lukis tersohor Nasirun pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB di Yogyakarta pada usia 60 tahun. Informasi kepergian seniman kelahiran Cilacap ini disampaikan oleh penulis Agus Noor melalui media sosial serta dikonfirmasi oleh kurator seni rupa Oei Hoeng Djien dan Jogja National Museum.
Tetangga almarhum di Perum Bayeman Permai, Kasihan, Bantul, Bimo Aditya, membenarkan kabar duka tersebut dan menyatakan bahwa Nasirun sempat dibawa ke Rumah Sakit Asri Medical Centre (AMC) Muhammadiyah, Kota Yogyakarta. Rencananya, jenazah sang seniman akan dimakamkan di Taman Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto, Imogiri, Bantul.
"Mendapat kabar, pelukis Nasirun (@nasirunstudio) meninggal dunia, selitar pukul 05.30 an, pagi tadi, 1 Agustus 2026. Alfatikhah buat almarhumah. Saya bersaksi ia orang yang baik," tulis Agus Noor dalam unggahannya.
Ungkapan duka cita mendalam juga disampaikan oleh lembaga seni tempat sang maestro kerap berkiprah sepanjang kariernya.
"Turut berduka atas berpulangnya Nasirun (1965-2026)," tulis Jogja National Museum melalui akun Instagram resminya.
Pihak museum mengapresiasi tinggi rekam jejak dan kontribusi almarhum terhadap lanskap seni nasional.
"Selamat jalan sang maestro. Karya dan semangatmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia," tulis Jogja National Museum.
Di sisi lain, Bimo Aditya menceritakan suasana dan percakapan terakhir bersama almarhum sebelum kepergiannya yang terbilang mendadak.
"Bener (Nasirun meninggal dunia), Jenazah masih di RS AMC," terang Bimo.
Ia menambahkan bahwa almarhum tidak memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya.
"Nggak ada riwayat (sakit), kemarin sore masih ngobrol sama aku, cuma akhir-akhir ini ngeluh dada sakit sama ada asam lambung kemarin. Jadi selama ini sehat sehat wae, dadakan aja ini," sambungnya.
Kabar mengenai lokasi keberadaan jenazah dan rencana kepulangan ke rumah duka juga dikonfirmasi oleh pihak tetangga.
“Benar (Nasirun meninggal) ini saya prepare di rumahnya,” ujar Bimo Aditya.
Ia menyebutkan penanganan awal jenazah dilakukan di fasilitas medis setempat.
“Jenazah masih di RS AMC. Rencana pemakaman di Makam Seni Imogiri,” imbuh Bimo.
Bimo menegaskan kembali situasi persiapan keberangkatan menuju rumah duka tempat almarhum disemayamkan.
"Benar (Nasirun meninggal dunia). Ini saya sedang bersiap ke rumah beliau," kata Bimo Aditya.
Ia menyampaikan lokasi terkini jenazah sebelum dibawa menuju perumahan tempat tinggalnya.
"Jenazah masih di RS AMC," katanya.
Bimo memberikan kepastian mengenai lokasi pemakaman sang pelukis senior.
"Di Makam Seni Imogiri. Untuk jamnya belum diketahui," ujarnya.
Ia menuturkan kembali kenangan interaksi sehari sebelum peristiwa duka tersebut terjadi.
"Tidak ada riwayat. Kemarin sore masih ngobrol sama saya," kisahnya.
Penjelasan mengenai keluhan kesehatan singkat yang sempat disampaikan almarhum turut diungkapkan kembali.
"Cuma akhir-akhir ini ngeluh dada sakit sama asam lambung, kemarin. Jadi ya selama ini sehat-sehat saja," kata Bimo.
Proses penanganan di rumah sakit turut dibagikan Bimo saat dihubungi oleh pihak media.
"Iya benar [Nasirun wafat], ini saya sedang prepare ke rumah duka," kata Bimo.
Bimo menjelaskan kronologi kondisi kesehatan almarhum yang mengejutkan kerabat dekatnya.
"Nggak ada riwayat [penyakit], kemarin sore masih ngobrol sama Aku. Cuma akhir-akhir ini ngeluh dada sakit sama ada asam lambung kemarin. Jadi ya selama ini ya sehat-sehat aja, dadakan aja," kata Bimo.
Nasirun lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 1965 dan mulai menetap di Yogyakarta sejak 1983 untuk menempuh pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) atau Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sepanjang kariernya, ia dikenal luas melalui karya ekspresif yang kaya unsur budaya Jawa, wayang, kaligrafi, dan nilai tasawuf Islam.
Selain menggelar berbagai pameran tunggal seperti "Uwuh Seni" (2012), "Breath of Nasirun" di Tokyo (2014), dan "Perayaan Persahabatan" (2023), karyanya telah dipamerkan hingga Korea Selatan, Thailand, Amerika Serikat, dan Eropa. Nasirun juga pernah meraih penghargaan McDonald Award serta Philip Morris Award pada 1997.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow