Mahasiswa Universitas Airlangga Diduga Korupsi Dana KIP-K Rp 97 Juta
Seorang mahasiswa Universitas Airlangga berinisial YIP diduga melakukan tindakan korupsi dana organisasi penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah sebesar Rp 97 juta untuk periode 2025/2026. Kasus dugaan penyelewengan ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @unairjournal pada Senin, 15 Juni 2026. Terduga pelaku merupakan mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi angkatan 2023 yang mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan di Airlangga University Bidik Misi Organization.
Unggahan dari akun media sosial tersebut melabeli perbuatan YIP sebagai sebuah pengkhianatan yang sangat bejat. Dana yang diduga dikorupsi tersebut dihimpun dari sumbangan sukarela para mahasiswa penerima bantuan KIP-K Unair yang ditarik secara rutin pada setiap akhir semester. Uang kas itu dibayarkan tanpa adanya batasan minimal nominal dan sedianya dialokasikan guna membiayai operasional organisasi serta menunjang kesejahteraan mahasiswa.
Pengelolaan iuran bulanan yang diintegrasikan dengan pengisian Surat Pertanggungjawaban akademik tersebut diduga kuat dikelola secara tidak transparan oleh YIP. Berdasarkan laporan dari akun Instagram @unairjournal, jumlah pasti dari mahasiswa yang menjadi korban penyelewengan dana ini masih belum dapat dipastikan secara detail.
"Untuk korban belum tahu kak jumlahnya berapa. Tapi diduga kuat sumber korupsinya itu dari uang iuran sukarela dari seluruh mahasiswa KIP-K Unair 4 angkatan aktif." kata admin akun @unairjournal saat memberikan konfirmasi terkait kasus tersebut. Imbas dari mencuatnya kasus ini, sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga mendesak penghentian program yang berkaitan dengan organisasi tersebut melalui sebuah petisi daring. Desakan publik kian menguat seiring dengan petisi penghentian program MBG yang telah berhasil mengumpulkan hingga 26 ribu tanda tangan mahasiswa.
Menanggapi situasi yang berkembang di lingkungan kampus, pihak manajemen Universitas Airlangga kini telah bergerak melakukan investigasi internal secara mendalam. Langkah pemeriksaan ini diambil oleh otoritas kampus untuk mengusut tuntas kejelasan aliran dana serta menindaklanjuti dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus organisasi mahasiswa mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow