Mahasiswi UPH Ciptakan Plester Pintar Deteksi Infeksi
Mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tiffney Tyara Setyoko mengembangkan inovasi Smart Febrile Patch untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis keringat. Terobosan tersebut berhasil mengantarkannya meraih Juara 1 Pilmapres Tingkat Nasional 2026 pada 4–7 Agustus 2026.
Smart Febrile Patch merupakan sensor wearable non-invasif yang dirancang untuk mengukur biomarker fisiologis melalui keringat. Perangkat ini memberikan informasi awal mengenai respons inflamasi tubuh saat timbul gejala demam tanpa perlu prosedur pengambilan sampel secara invasif.
Gagasan tersebut berawal dari masalah kurangnya parameter objektif yang sederhana bagi masyarakat untuk menilai kondisi demam. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan petunjuk awal bagi pasien sebelum memutuskan untuk mencari pertolongan medis lanjutan.
"Kami berharap teknologi tersebut pada tahap pengembangannya dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih dini untuk mencari pertolongan medis, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan penanganan dan penggunaan antibiotik secara tidak rasional," tutur Tiffney, mengutip keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).
Tiffney merupakan mahasiswa Pendidikan Dokter UPH angkatan 2023 yang memiliki rekam jejak akademik menonjol. Selain menjuarai Pilmapres Wilayah III, ia tercatat mempublikasikan riset di jurnal Scopus Q1 serta menjadi pembicara forum internasional di bidang alergi dan imunologi.
Pihak akademisi menyambut positif capaian riset yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat tersebut. Pengabdian ilmu kedokteran dinilai perlu terus dipadukan dengan kemajuan teknologi dan riset terapan.
“Gagasan Tiffney lahir dari pertemuan antara ilmu kedokteran, penelitian, teknologi, dan persoalan kesehatan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Inilah yang ingin terus kami kembangkan di FK UPH: mahasiswa tidak hanya belajar mengenai penyakit dan pengobatan, tetapi belajar melihat masalah, bertanya, meneliti, dan mencari solusi,” katanya Prof. Dr. Eka, Dekan Fakultas Kedokteran UPH.
Pengembangan gagasan ini didukung oleh ekosistem UPH Medical Sciences (UPH MS) yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan klinis. Ekosistem tersebut mencakup berbagai fakultas kesehatan, lembaga riset Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), serta jejaring 41 rumah sakit Siloam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow