Mahkamah Agung Pakistan Perintahkan Pemindahan Imran Khan ke Rumah Sakit

Smallest Font
Largest Font

Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemindahan mantan Perdana Menteri Imran Khan dari Penjara Adiala Rawalpindi ke Rumah Sakit Internasional Shifa di Islamabad dalam kurun dua hari pada Selasa (18/8/2026). Keputusan ini meluluskan tuntutan partai oposisi Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Majelis hakim yang terdiri dari tiga anggota menetapkan bahwa tim medis khusus harus dibentuk untuk mengawasi perawatan pendiri PTI tersebut. Tim medis ini mencakup saudara perempuan Khan, Dr Uzma Khan, serta dokter pribadinya, Dr Faisal Sultan.

"Mahkamah juga memerintahkan agar keluarga Khan diizinkan menemuinya di rumah sakit dan dia diizinkan berbicara dengan putra-putranya yang tinggal di luar negeri," kata Uzair Bhandari, salah satu pengacara Khan, dilansir dari Al Jazeera.

Sidang lanjutan dijadwalkan pada 16 September mendatang, dan Khan akan tetap dirawat di rumah sakit setidaknya hingga tanggal tersebut. Keputusan ini menjadi masa terlama bagi Khan berada di luar area penjara sejak ia ditahan pada Agustus 2023 atas sejumlah kasus korupsi.

Langkah hukum tersebut diambil setelah kepala Penjara Adiala menyerahkan laporan medis dari dewan jantung terkait kondisi Khan yang berusia 73 tahun. Laporan tersebut mencatatkan fluktuasi tekanan darah dan kecemasan akibat pembatasan akses kontak dengan keluarga.

Dalam persidangan, mahkamah menekan jaksa agung Pakistan mengenai kondisi fisik Khan yang terus menurun. Hakim menegaskan bahwa denyut nadi serta kondisi jantung mantan perdana menteri tersebut tidak normal dan organ vitalnya mulai terpengaruh.

Pemimpin senior PTI, Zulfi Bukhari, menilai putusan ini memperkuat posisi partainya mengenai kebutuhan penanganan medis independen bagi Khan di luar fasilitas penjara.

"Perawatan medis yang disediakan dalam sistem penjara tidak dapat menggantikan evaluasi menyeluruh oleh spesialis independen pilihannya," kata Bukhari kepada Al Jazeera.

Partai PTI menegaskan bahwa perawatan medis independen merupakan syarat mutlak sebelum pembicaraan dengan pemerintah dapat dilanjutkan.

"Layanan kesehatan yang memadai di dalam sistem penjara bukanlah pengganti evaluasi menyeluruh oleh spesialis independen pilihannya," ujar Bukhari menambahkan terkait tuntutan pemindahan ke Rumah Sakit Shifa.

Pemerintah Pakistan menegaskan pemindahan tahanan memerlukan otorisasi yudisial, bukan wewenang eksekutif semata. Penasihat Perdana Menteri, Rana Sanaullah, sebelumnya menyatakan di hadapan Senat bahwa Khan telah menerima perawatan medis terbaik di penjara.

Di tengah proses hukum ini, kepemimpinan PTI mengumumkan rencana demonstrasi berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed