Timnas Malaysia Siap Jamu Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026
Timnas Malaysia dijadwalkan menjamu Timnas Vietnam pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Kuala Lumpur, Minggu (16/8/2026) pukul 20.00 WIB. Laga ini mempertemukan Malaysia yang berstatus runner-up Grup B dengan Vietnam selaku juara Grup A.
Malaysia mengunci posisi semifinalis usai mengumpulkan sembilan poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan, termasuk hasil positif 1-0 atas Filipina lewat gol tunggal Gunalan Pavithran pada laga terakhir. Di sisi lain, Vietnam melaju mulus ke babak empat besar dengan torehan 10 poin setelah menumbangkan Kamboja 3-1 di laga pemungkas fase grup.
Pertandingan leg pertama ini dapat disaksikan oleh penonton di Indonesia melalui siaran langsung di iNews dan layanan streaming Vision+. Usai duel di Kuala Lumpur, giliran Vietnam yang akan menjamu Malaysia pada leg kedua di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026).
Menjelang bentrokan tersebut, sorotan tajam sempat dilontarkan media Vietnam The Thao 247 yang memberikan label 'Team C' kepada Malaysia serta 'Team B' kepada skuad Indonesia. Meski demikian, kubu Harimau Malaya menjadikannya sebagai motivasi tambahan di lapangan.
Pemain naturalisasi Malaysia, Sergio Aguero, menegaskan timnya tidak terpengaruh oleh sebutan tersebut dan tetap fokus memberikan penampilan terbaik.
"Kami bangga dengan apa yang telah kami raih. Kami diremehkan dan tidak ada yang menyangka kami bisa mencapai semifinal," kata Sergio Aguero, pemain Timnas Malaysia, dilansir dari VN Express.
Pemain kelahiran Argentina itu menambahkan bahwa seluruh anggota tim terus bekerja keras demi membuktikan kualitas mereka di atas lapangan.
"Mereka menyebut kami 'Team C'. Kami tidak peduli. Sebaliknya, kami berlatih keras dan membuktikan diri dengan hasil di lapangan," ujar Sergio Aguero, pemain Timnas Malaysia.
Aguero optimistis skuad Harimau Malaya mampu mengimbangi permainan Vietnam dalam perebutan tiket ke partai puncak.
"Vietnam kuat dan memiliki skuad kelas atas, tetapi apa pun bisa terjadi setelah 180 menit. Saya percaya tim Malaysia ini dapat memberikan kejutan," kata Sergio Aguero, pemain Timnas Malaysia.
Malaysia dipastikan tampil di bawah arahan pelatih Tan Cheng Hoe dengan dukungan penuh suporter tuan rumah, meski sedikitnya enam pemain dilaporkan diragukan tampil. Tiga di antaranya, yakni Endrick Dos Santos, Jimmy Raymond, dan Engku Nur Shakir, dilaporkan belum bergabung hingga Kamis (13/8/2026) sehingga tersisa 16 pemain yang berada dalam kondisi prima.
Sementara itu, pelatih legendaris Vietnam, Mai Duc Chung, menilai laga tandang ke Malaysia akan menjadi ujian yang tidak mudah bagi skuad asuhan Kim Sang-sik.
"Bermain di tanah Malaysia selalu memberikan kerugian," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam, seperti dikutip dari Vietnam.vn.
Ia menyoroti atmosfer riuh suporter tuan rumah yang selalu berhasil menekan tim tamu.
"Para pendukung Malaysia begitu bersemangat, menciptakan tekanan, dan energi yang luar biasa," ujar Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Atmosfer di Stadion Kuala Lumpur diyakini akan kembali menyulitkan langkah The Golden Star Warriors.
"Pertemuan ini tidak akan berbeda," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Oleh karena itu, persiapan matang sangat diperlukan untuk mengantisipasi gejolak dari tribun penonton.
"Tim Vietnam harus mengantisipasi tekanan dari penonton Malaysia," ujar Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Meski mengantisipasi laga berat, Mai Duc Chung memprediksi Vietnam dapat keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 berkaca pada kemenangan 3-0 atas Indonesia di Stadion Pakansari pada laga penyisihan grup.
"Saya percaya pelatih Kim Sang-sing dan staf pelatihnya memiliki strategi yang baik," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Hasil memuaskan di kandang Indonesia dinilai menjadi bukti kesiapan taktis Vietnam.
"Vietnam bermain sangat baik melawan Indonesia di laga tandang (menang 3-0)," ujar Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi serta mental bertanding di seluruh lini permainan.
"Untuk laga melawan Malaysia, seluruh tim perlu tampil baik di berbagai aspek, seperti semangat, sikap, dan taktik," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Kendati menyadari dinamika dalam sepak bola sulit ditebak, ia yakin pasukan Kim Sang-sik mampu mengeluarkan potensi penuhnya.
"Sepak bola selalu tidak tertebak. Setelah bekerja di bidang ini selama bertahun-tahun, terkadang saya membuat prediksi yang tepat dan kadang meleset," ujar Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Ia menutup pandangannya dengan meyakini keunggulan akhir berada di tangan tim tamu.
"Meski begitu, saya yakin jika tim Vietnam bakal bermain dengan kemampuan terbaik mereka," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Keyakinan sang mantan pelatih digenapkan dengan prediksi skor akhir untuk kemenangan Vietnam.
"Vietnam akan menang dengan skor 2-1," kata Mai Duc Chung, pelatih legendaris Vietnam.
Di sisi lain, bek Timnas Vietnam, Doan Van Hau, turut menilai kemenangan atas Indonesia di fase grup menjadi modal berharga bagi kepercayaan diri tim.
"Menurut saya, tim tampil sangat baik di beberapa pertandingan, meskipun ada juga laga di mana permainan kami tidak sebaik yang diharapkan. Namun, yang terpenting adalah kami berhasil lolos dari fase grup," kata Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam, dikutip dari aseanutdfc.
Pemain Cong An Hanoi FC itu menyebut hasil di Bogor menjadi titik balik utama perjalanan mereka.
"Sebagai contoh, saat melawan Singapura, kami sangat ingin menang, tetapi sayangnya hasil tidak berpihak kepada kami. Meski demikian, setelah pertandingan itu, tim bangkit kembali dengan mentalitas pemenang saat menghadapi Indonesia," ujar Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Kemenangan telak atas tuan rumah Indonesia diraih berkat kedisiplinan dan rasa hormat kepada lawan.
"Saya rasa itu adalah titik balik di fase grup. Bermain di kandang lawan tidak pernah mudah. Kami sangat menghormati Indonesia dan memasuki pertandingan dengan tekad tinggi serta target untuk meraih kemenangan," kata Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Hasil 3-0 tersebut mengukuhkan posisi Vietnam di puncak klasemen Grup A melampaui Singapura dan Indonesia.
"Untungnya, kami berhasil mendapatkan hasil yang diinginkan dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-0," ujar Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Mantan pemain Heerenveen itu juga berharap terus mendapatkan dukungan dari para suporter di mana pun tim bertanding.
"Bagi saya, bisa turun ke lapangan dan bermain saja sudah merupakan hal yang luar biasa. Bisa tampil di final juga merupakan pengalaman yang hebat," kata Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Ia menekankan bahwa keberadaan suporter memberikan dorongan moral yang sangat besar bagi seluruh pemain.
"Entah kami menang atau kalah, saya berharap masyarakat akan selalu berada di belakang tim dan memberikan dukungan. Hal itu memberikan mentalitas bagi para pemain untuk berjuang habis-habisan di lapangan, apa pun hasil akhirnya nanti," ujar Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Mengenai peluang mempertahankan gelar juara Piala AFF, Van Hau menegaskan komitmennya untuk tampil habis-habisan.
"Tentu saja, setiap pemain ingin menang, tetapi sepak bola tidak selalu berjalan seperti itu. Terkadang Anda akan kalah. Yang terpenting adalah Anda memberikan segalanya untuk tim nasional dan demi kehormatan negara," kata Doan Van Hau, bek Timnas Vietnam.
Rekor pertemuan mencatat Vietnam dominan dengan sembilan kemenangan dari 10 laga terakhir melawan Malaysia. Namun, dalam tiga kunjungan terakhirnya ke Malaysia pada ajang Piala AFF, Vietnam hanya meraih satu kemenangan, yaitu saat menang 2-1 pada edisi 2014, sementara dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan 0-2 pada 2010 dan imbang 2-2 di final edisi 2018.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow