Marc Marquez Alihkan Fokus ke Pedro Acosta dan Ducati dalam MotoGP
Marc Marquez mengalihkan fokusnya pada talenta muda Pedro Acosta sebagai sosok sentral generasi baru MotoGP dan mengonfirmasi kepindahannya ke Ducati untuk musim depan, ujar Marquez saat wawancara dengan Motosan, Kamis (20/8/2026).
Marquez menyebut Acosta sebagai pembalap berbakat yang akan memimpin generasi baru MotoGP dan menyatakan bahwa keduanya akan membalap bersama di tim Ducati Lenovo dengan motor terbaik di grid.
Keputusan Marquez pindah ke Ducati menjadi titik balik motivasi setelah masa pemulihan cedera panjang sejak 2020. Ia merasa ini adalah kesempatan terakhir untuk kembali meraih kemenangan di ajang balap utama.
"Pebalap yang saat ini berada di MotoGP dan punya talenta untuk memimpin generasi baru adalah Pedro Acosta. Tahun depan, kami berdua akan membalap untuk Ducati, di tim Lenovo, dengan motor terbaik di grid," ujar Marquez.
Marquez juga mengungkapkan bahwa cedera parah yang dialaminya sejak insiden di Jerez 2020 memicu masa sulit secara fisik dan mental selama empat tahun.
"Saya mengalami cedera dalam waktu yang lama, empat tahun, dari 2020 hingga 2024. Secara mental itu sangat berat," kata Marquez.
Masa pemulihan yang panjang sempat membuatnya mempertimbangkan untuk mengakhiri karier lebih cepat karena rasa sakit yang berlanjut.
"Saya sangat menderita, untuk apa?" tutur Marquez.
Meski demikian, Marquez menegaskan bahwa masa depan kariernya bergantung pada kondisi fisik dan kemampuannya menoleransi rasa sakit, sesuai kontrak yang disepakati.
"Itu yang dikatakan kontrak saya. Saya selalu mengatakan hal yang sama: jika kondisi fisik saya memungkinkan, saya ingin terus melanjutkan," ujar Marquez.
Ia menyadari bahwa karier pembalap sering berakhir karena faktor kesehatan dan cedera yang terus menumpuk.
"Saya tidak akan menjadi pebalap pertama dan bukan yang terakhir yang mengakhiri karier karena kesehatan. Saya pikir itu akan terjadi cepat atau lambat karena saya mengalami banyak cedera dan setiap tahun rasa sakitnya semakin bertambah," kata Marquez.
Mengenai perselisihan lama dengan Valentino Rossi, Marquez menyatakan tidak ada solusi yang mungkin karena membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak.
"Mustahil menemukan solusi. Ada hal-hal yang tidak bergantung pada satu orang saja. Dibutuhkan dua pihak," ujar Marquez.
Meski tidak memiliki keterikatan secara personal, Marquez tetap menghormati pencapaian Rossi sebagai legenda balap motor.
"Dalam kehidupan pribadi saya, saya tidak membutuhkannya dan dia juga tidak membutuhkan saya. Namun, saya menghormati apa yang telah dia capai," kata Marquez.
Rivalitas keduanya telah menjadi bagian penting dalam sejarah MotoGP sebelum Rossi pensiun pada akhir musim 2021.
"Kami berdua telah memberikan kontribusi besar untuk MotoGP dan dunia balap motor. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda," tutup Marquez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow