Margin Pengolahan BBM Rekor Akibat Konflik dan Serangan Kilang

Smallest Font
Largest Font

Margin keuntungan pengolahan bahan bakar minyak (BBM) melonjak ke tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 31 Juli 2026. Lonjakan ini dipicu oleh konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta serangkaian serangan terhadap kilang minyak di Timur Tengah dan Rusia yang memperketat pasokan global.

Kapasitas pengolahan bensin, solar, dan avtur dunia yang kian terbatas mendorong kenaikan biaya energi global dan menekan daya beli masyarakat. Meski harga minyak mentah sempat mengalami penurunan dari titik puncaknya, ketatnya pasokan kilang tetap menahan harga produk BBM di tingkat yang tinggi.

Kondisi pasar ini memberikan keuntungan finansial yang sangat besar bagi produsen energi utama dunia. Pada kuartal II-2026, Exxon Mobil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan menjadi 14,53 miliar dollar AS, sementara Chevron membukukan kenaikan laba bersih hingga 385 persen mencapai 12,07 miliar dollar AS.

Produsen minyak dinilai menjadi salah satu pihak yang meraih keuntungan paling besar dari gejolak geopolitik tersebut, menurut Kepala Bidang Bahan Bakar Fosil Global Witness Patrick Galey.

Tingginya keuntungan industri minyak memicu usulan kebijakan pajak baru di tingkat legislatif Amerika Serikat. Anggota Partai Demokrat di Kongres mengusulkan penarikan pajak atas keuntungan tak terduga yang diperoleh perusahaan-perusahaan migas besar tersebut.

Keuntungan luar biasa yang diraih produsen energi dinilai seharusnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi lonjakan biaya hidup, menurut Senator Sheldon Whitehouse.

Data LSEG menunjukkan premi gasoil rendah sulfur Eropa terhadap minyak mentah menembus rekor 74,66 dollar AS per barel pada Kamis, 31 Juli 2026. Pengetatan pasokan di sektor pengolahan terjadi setelah kilang Jizan di Arab Saudi berhenti beroperasi akibat serangan Houthi pada 27 Juli 2026, disusul pemadaman listrik di kilang Al-Zour Kuwait dan serangan nirawak Ukraina ke kilang Lukoil di Rusia.

Kapasitas pengilangan kini menjadi isu yang sama pentingnya, atau bahkan lebih krusial, dibandingkan kelangkaan minyak mentah itu sendiri, menurut Pendiri Merritt Point Partners Jeffrey Baird.

Di pasar domestik Amerika Serikat, margin pengolahan solar sempat menyentuh angka rekor 93,44 dollar AS per barel akibat tingginya tingkat permintaan dalam negeri maupun pasar ekspor.

Industri pengolahan minyak dinilai telah memasuki fase baru dengan tingkat margin keuntungan yang secara struktural berada di posisi lebih tinggi, menurut produsen kilang terbesar kedua di Amerika Serikat Valero Energy.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed