Marta Kostyuk Dedikasikan Kemenangan Roland Garros untuk Rakyat Ukraina

Smallest Font
Largest Font

Petenis Ukraina Marta Kostyuk mendedikasikan kemenangannya pada babak pertama Prancis Terbuka 2026 untuk masyarakat di negaranya menyusul serangan udara skala besar yang diluncurkan oleh Rusia pada Minggu, 24 Mei 2026.

Dilansir dari BBC, serangan rudal dan ratusan pesawat tanpa awak milik Rusia tersebut dilaporkan menewaskan empat orang di ibu kota Kyiv dan melukai sedikitnya 83 orang di seluruh penjuru negeri.

Kostyuk berhasil mengamankan tiket ke babak kedua setelah mengalahkan Oksana Selekhmeteva dengan skor 6-2 dan 6-3, meski ia harus bertanding dalam kondisi emosional yang berat karena salah satu rudal jatuh hanya berjarak 100 meter dari kediaman orang tuanya.

Petenis berusia 23 tahun tersebut tidak dapat membendung air mata saat memberikan pidato di atas lapangan Simonne-Mathieu setelah pertandingan usai.

"This morning, 100 metres away from my parents' house, a missile destroyed the building." kata Kostyuk.

Kostyuk mengakui situasi mencekam di tanah airnya sempat membuat fokus bertandingnya terganggu sebelum laga dimulai.

"It was a very difficult morning for me, I didn't know how this match would turn out for me or how I would handle it." ujar Kostyuk.

Petenis unggulan ke-15 dunia itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menangis pada pagi hari sebelum memasuki lapangan pertandingan.

"I have been crying this morning. I don't want to talk about myself today." ucap Kostyuk.

Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini sepenuhnya tertuju pada keselamatan dan perjuangan warga Ukraina yang sedang menghadapi invasi.

"All my heart and all my thoughts go to the people of Ukraine today." kata Kostyuk.

Ketegangan politik juga terlihat setelah pertandingan, di mana Kostyuk tetap memegang teguh kebijakan para pemain Ukraina untuk tidak berjabat tangan dengan pemain asal Rusia atau Belarus.

Lawan Kostyuk, Selekhmeteva, merupakan petenis kelahiran Rusia yang baru saja mengubah kewarganegaraannya untuk bertanding di bawah bendera Spanyol pada awal pekan ini.

Kostyuk, yang vokal mengkritik tindakan Rusia sejak invasi dimulai pada 2022, menyatakan bahwa ketangguhan masyarakat Ukraina menjadi inspirasi terbesar baginya untuk tetap tegar bertanding.

"My biggest example is the Ukrainian people," kata Kostyuk.

Ia merasa termotivasi melihat bagaimana warga di negaranya tetap melanjutkan hidup dan saling membantu di tengah situasi perang yang sulit.

"I woke up this morning and looked at all these people who woke up and kept living their lives, kept helping people who are in need." ujar Kostyuk.

Kehadiran para sahabat dan pendukung dari Ukraina di tribune penonton Prancis Terbuka diakui memberikan kekuatan tambahan bagi dirinya.

"I knew a lot of Ukrainian people would come out and support today. My friends from Ukraine came to support and I'm very happy to have them here." ucap Kostyuk.

Kemenangan di tengah tekanan mental yang hebat ini dinilai Kostyuk sebagai salah satu momen paling krusial sepanjang karier profesionalnya.

"I'm incredibly proud of myself. I think it was one of the most difficult matches of my career." kata Kostyuk.

Hasil positif ini membuat Kostyuk mencatatkan 12 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat sepanjang musim 2026, hanya kalah dari Mirra Andreeva yang mengoleksi 15 kemenangan di permukaan yang sama.

Pada babak kedua Prancis Terbuka 2026, Marta Kostyuk dijadwalkan akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Katie Volynets, yang lolos setelah menumbangkan wakil tuan rumah Clara Burel dengan skor 6-3 dan 6-1.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed