Diana Shnaider Tumbangkan Aryna Sabalenka di Perempat Final Prancis Terbuka
Petenis putri peringkat satu dunia Aryna Sabalenka tersingkir secara mengejutkan dari turnamen Prancis Terbuka 2026 setelah mengalami kekalahan telak dari unggulan ke-25 Diana Shnaider di babak perempat final yang berlangsung di Paris pada Rabu.
Kekalahan petenis Belarusia tersebut menorehkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya sejak Prancis Terbuka 1977, babak semifinal Grand Slam tidak akan diikuti oleh satu pun mantan juara turnamen mayor, menyusul tumbangnya nama-nama besar lain seperti Jannik Sinner, Coco Gauff, dan Novak Djokovic.
Sebelum performanya merosot tajam akibat hembusan angin kencang di Lapangan Philippe Chatrier yang memicu 57 unforced errors, Sabalenka sebenarnya sempat memegang kendali penuh dengan keunggulan 6-3 dan 4-1 di set kedua sebelum akhirnya kalah 6-3, 7-5, 6-0 dari Shnaider.
"I don't know when was the last time that I lost 10 games in a row," ujar Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Kegagalan mempertahankan keunggulan ini mengulang memori kelam Sabalenka pada final tahun lalu di tempat yang sama saat dirinya juga membuang keunggulan satu set ketika menghadapi Coco Gauff.
"Mentally I got into very deep, deep, dark hole over there, and I just couldn't get back on track," kata Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Kekalahan ini sekaligus menambah panjang catatan kegagalan Sabalenka dalam memaksimalkan peluang di turnamen major, setelah pada Januari lalu ia juga sempat unggul di set penentu sebelum akhirnya ditumbangkan oleh Elena Rybakina di Australia Terbuka.
"No thoughts, no emotions. Just want to quit tennis right now," tutur Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Mantan finalis Roland Garros tersebut juga sempat mengkritik keputusan panitia yang tetap membuka atap stadion meski kondisi angin di lapangan dinilai sangat mengganggu jalannya pertandingan.
"We'll see in few days. Hopefully I'll get back on track mentally," tambah Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Penurunan performa di set kedua diakui menjadi titik balik utama yang membuat fokus bertandingnya hilang sepenuhnya hingga menderita kekalahan tanpa balas di set penutup.
"I feel like mentally I couldn't really recover after second set," jelas Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Evaluasi mendalam kini harus dilakukan oleh tim pelatih setelah sang petenis berulang kali kehilangan kontrol permainan pada momen-momen krusial di turnamen besar.
"There is something in a specific moment that happens where I lose control over the match," pungkas Aryna Sabalenka, Petenis Peringkat Satu Dunia.
Di sisi lain, kemenangan ini mengantarkan Diana Shnaider lolos ke babak semifinal Grand Slam untuk pertama kali sepanjang kariernya, di mana petenis kidal asal Rusia tersebut tampil impresif lewat pukulan forehand yang menyulitkan lawan.
"Honestly I am speechless," kata Diana Shnaider, Petenis Unggulan ke-25.
Keberhasilan menumbangkan pemain favorit juara di turnamen ini diakui Shnaider diraih lewat perjuangan keras dalam memperebutkan setiap poin di lapangan.
"She is the world number one, so I was just trying to do my best. I had to fight for every point," ujar Diana Shnaider, Petenis Unggulan ke-25.
Pada babak semifinal berikutnya, Diana Shnaider dijadwalkan akan menghadapi petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, yang lolos setelah mengalahkan Anna Kalinskaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow