Masa Depan Jack Grealish di Manchester City Jadi Spekulasi

Smallest Font
Largest Font

Masa depan penyerang sayap Manchester City, Jack Grealish, memicu spekulasi hangat menjelang penutupan bursa transfer musim panas pada 1 September 2026. Situasi ini mengemuka setelah masa peminjaman pemain berusia 30 tahun tersebut di Everton berakhir, sementara kontraknya di Etihad Stadium kini menyisakan satu tahun.

Selama membela Everton, Grealish mencatatkan dua gol dan enam asis dalam 22 laga serta meraih penghargaan Player of the Month Premier League, sebelum mengalami cedera retak tulang kaki pada Januari yang memerlukan tindakan operasi. Everton memilih tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 50 juta poundsterling atau sekitar 67 juta dolar AS, meski tetap memantau peluang memboyongnya kembali jika nilai transfer diturunkan. Saat ini, Grealish menjalani pemulihan cedera sambil mengikuti latihan pramusim Manchester City di bawah asuhan manajer baru Enzo Maresca.

Mantan bek Manchester City, Colin Hendry, menilai Grealish telah bertindak cerdik dengan merubah gaya bermain individunya demi meraih berbagai gelar bergengsi bersama City, termasuk tiga gelar Premier League dan satu mahkota Liga Champions.

"Jack datang dengan label harga yang sangat besar, datang dari Villa, dan dia cukup banyak mengubah permainannya menyesuaikan dengan cara tim bermain, lebih daripada bagaimana Jack Grealish bermain di Villa," kata mantan bek Manchester City Colin Hendry kepada GOAL.

Hendry mengingat momen awal saat ia pertama kali menyadari potensi besar sang pemain semasa membina pemain muda.

"Saya ingat ketika saya di Blackburn Rovers sebagai pelatih akademi dan asisten di tim U23, ada Jack Grealish muda di Villa. Saya ingat mengatakan kepada Gordon Cowens, yang menjadi lawan saya malam itu sebagai manajer Villa U21 atau U23, 'wow, dia talenta luar biasa'. Sejujurnya, dia memang berbeda, karena sejak masih anak-anak, dia sudah menonjol," kata Colin Hendry.

Ia menekankan bahwa adaptasi taktis yang dilakukan Grealish membuah kan hasil berupa rentetan trofi.

"Tapi saya pikir yang dia lakukan adalah, ketika pergi ke City, dia sedikit mengorbankan permainannya agar bisa menjadi bagian dari tim dan memberi tim apa yang Pep inginkan. Dan ada banyak pemain yang tidak bisa beradaptasi seperti itu. Dan dia memang pantas mendapat pujian karena jelas dia juga punya semua kekayaan dalam bentuk gelar untuk menunjukkan itu, yang pada dasarnya memang ingin dicapai seorang pemain. Anda ingin memenangkan sesuatu," kata Colin Hendry.

Kendati masalah kebugaran sering mengadang, Hendry memandang perjalanan karier sang penyerang telah berjalan sangat baik.

"Terlepas dari label harga yang besar serta kualitas dan kemampuan yang dimiliki Jack Grealish, saya pikir dia menjalani kariernya, dan dia juga tidak lepas dari cedera, tetapi dia menjalani kariernya dengan sangat, sangat baik," kata Colin Hendry.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian trofi yang dikumpulkan Grealish sejauh ini.

"Dan Anda harus memberinya kredit untuk itu karena pada akhirnya, ketika kariernya selesai, dia punya gelar dan kekayaan untuk menunjukkan itu. Saya angkat topi untuknya karena dia benar-benar telah mengorbankan sedikit dari kariernya demi meraih pencapaian itu," ujar Colin Hendry.

Mengenai langkah berikutnya, Hendry memprediksi Grealish memiliki opsi untuk bertahan atau mencari klub baru.

"Sebagai pesepakbola, dia cerdas. Begitulah cara saya melihatnya. Dia mungkin pindah permanen jika ada yang datang, tetapi dia juga mungkin ingin kembali ke City dan mencoba lagi.

Kontraknya masih tersisa satu tahun jadi dia mungkin berkata, 'Anda tahu tidak, saya akan kembali ke sana untuk mencoba meraih satu tahun lagi'. Tentu saja, pelatihnya berbeda. Manajernya berbeda yang memegang kendali dan dia akan pergi untuk meyakinkannya lagi," tutur Colin Hendry.

Di sisi lain, mantan pemain legendaris Inggris, Chris Waddle, menilai opsi pindah ke Liga Skotlandia bersama Celtic atau Rangers bisa menjadi kejutan menarik, meskipun besaran gaji 300 ribu poundsterling per minggu menjadi hambatan utama.

"Bisakah Anda membayangkan Jack Grealish di Celtic atau Rangers? Itu akan memberikan percikan lain untuk sepak bola Skotlandia. Itu akan menghidupkan suasana, bukan?

Satu-satunya masalah bagi Celtic dan Rangers adalah gajinya. Saya ragu mereka mampu membayar setengah dari apa yang dia minta, tetapi itu akan menjadi sesuatu bagi Celtic atau Rangers," kata mantan pemain Inggris Chris Waddle kepada Rangers News.

Waddle menambahkan bahwa kepindahan ke klub lain sangat tergantung pada kesediaan Grealish mengompromikan gajinya.

"Saya yakin tim-tim telah mendekati Manchester City untuk melakukan kesepakatan terkait Jack Grealish, dan jika dia senang menurunkan gajinya, mungkin mereka akan mengontraknya dalam kontrak dua atau tiga tahun di tempat lain," kata Chris Waddle.

Sementara itu, Lee Sharpe menyebutkan bahwa kualitas Grealish tetap dibutuhkan untuk bersaing di lini serang tim nasional Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.

"Mereka tampaknya punya cukup banyak pemain sisi kiri. Seperti yang Anda bilang, ada Grealish, ada Cole Palmer yang bisa bermain di sana, meski saya tidak yakin keduanya benar-benar tipe winger murni, yang cepat melewati lawan. Saya pikir [Anthony] Gordon dan [Marcus] Rashford di antara mereka menjalani Piala Dunia yang lumayan," kata Lee Sharpe kepada GOAL.

Sharpe membandingkan berbagai karakteristik taktis yang dimiliki para opsi penyerang sayap Inggris.

"Ada dua kandidat kuat untuk posisi di sisi kiri dan itu tergantung pada seperti apa jenis sepak bola yang ingin dimainkan dan melawan tim seperti apa. Saya berharap mereka memasukkan Rashford saat melawan Argentina dan hanya menaruh bola di dekat bendera sudut selama lima atau 10 menit lalu mengejarnya dan memaksa Argentina berbalik. Itu tampaknya tidak terjadi," ujar Lee Sharpe.

Ia meyakini Grealish dan Palmer merupakan pemain pembeda yang mampu mengubah alur pertandingan saat dalam kondisi bugar.

"Grealish atau Palmer mungkin akan bisa menjaga bola, tetapi saya tidak yakin mereka punya kecepatan untuk bergerak dan memberi ancaman di belakang saat Anda membutuhkannya. Tapi ya, begitu Jack Grealish kembali bugar dan Cole Palmer tetap bugar serta pulih dari cedera kecil yang ia alami tahun lalu, mereka adalah pemain yang fenomenal dan pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan," tutur Lee Sharpe.

Sharpe menyimpulkan bahwa konsistensi fisik menjadi prioritas paling krusial bagi Grealish saat ini.

"Dia hanya butuh satu tahun untuk tetap bugar dan tidak cedera. Setiap pemain membutuhkan itu," kata Lee Sharpe.

Menurut Sharpe, absen lama akibat cedera selalu memberi tekanan psikologis dan fisik yang berat bagi pesepak bola.

"Sangat menghancurkan secara batin ketika Anda cedera dan tahu bahwa Anda akan menjalani pemulihan yang panjang dan tidak akan sering bertemu banyak rekan setim. Anda akan melewatkan semua hal yang terjadi bersama rekan-rekan setim dan musim itu sendiri. Anda hanya ingin bermain. Cedera itu sangat berat bagi siapa pun, secara mental maupun fisik, lalu juga saat," kata Lee Sharpe.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed