Masyarakat Indonesia Gelar Malam Tirakatan Sambut HUT Ke 81 RI
Masyarakat di berbagai pelosok daerah menggelar tradisi malam tirakatan pada 16 Agustus 2026 sebagai sarana refleksi dan perenungan menjelang Peringatan Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tahunan yang rutin diselenggarakan di tingkat RT, RW, hingga dusun ini diisi dengan doa bersama untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur serta menguatkan tali silaturahmi antarwarga. Secara historis, tradisi tirakatan erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat Jawa dalam menyambut peristiwa penting.
Dilansir dari IDN Times, tradisi ini telah dipraktikkan di Yogyakarta sejak masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono IX sebagai bentuk perenungan diri. Dari segi kebahasaan, istilah tirakatan berakar dari kata bahasa Arab, Tariqah, yang bermakna jalan menuju kebenaran dan kebaikan. Penyelenggaraan acara umumnya dipandu oleh pengurus lingkungan atau panitia setempat dengan menyebarkan surat undangan formal dan menyusun rangkaian acara yang teratur.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, penggunaan teks Master of Ceremony atau MC disiapkan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, menyesuaikan dengan latar belakang sosial warga lokal.
Rangkaian perhelatan malam tirakatan dibuka dengan pembacaan doa pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang sering kali dipandu oleh kelompok paduan suara remaja atau anak-anak desa. Acara kemudian disambung dengan penyampaian sambutan dari tokoh masyarakat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, hingga Kepala Dusun.
Sebagai bentuk penyemarak suasana kebangsaan, warga juga menampilkan berbagai seni pertunjukan yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja setempat. Selain pentas seni, panitia kerap memanfaatkan momen ini untuk membagikan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya. Puncak kegiatan tirakatan ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama demi kedamaian dan kemakmuran bangsa. Di beberapa wilayah, acara diakhiri dengan tradisi potong tumpeng dan makan bersama, di mana hidangan tumpeng menjadi simbol filosofis atas kekayaan serta keberagaman Indonesia yang wajib dijaga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow