Ketika Mateo Ronaldo Lebih Mengidolakan Mbappe Dibanding Sang Ayah

Smallest Font
Largest Font

Di rumah seorang megabintang sepak bola yang telah mengoleksi ratusan gol dan deretan trofi bergengsi, layar YouTube rupanya menyajikan pemandangan yang berbeda. Setiap hari menyaksikan sang ayah bertanding bersama Al-Nassr tidak lantas membuat Mateo, putra Cristiano Ronaldo, hanya mengidolakan sosok di rumahnya sendiri. Bocah tersebut justru kerap menghabiskan waktunya menikmati kompilasi aksi para bintang muda Eropa yang sedang naik daun: Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Eduardo Camavinga.

Keputusan Mateo memfavoritkan talenta-talenta muda itu bahkan memicu perdebatan kecil yang menggelitik di antara ayah dan anak. Secara terbuka, sang anak menilai bahwa Mbappe memiliki kehebatan yang melampaui capaian ayahnya sendiri—sebuah pengakuan jujur dari generasi baru yang mulai menemukan pahlawan lapangan hijau mereka.

"Putra saya, Mateo, menonton kompilasi video Mbappe, Bellingham, dan Camavinga di YouTube. Dia lalu berkata kepada saya, 'Mbappe lebih hebat daripada Ayah,'" ungkap Ronaldo.

Mendengar pernyataan sang putra, Ronaldo tentu tidak tinggal diam. Penyerang legendaris itu berusaha mempertahankan posisinya dengan menyodorkan rekor statistik yang telah ia bangun selama belasan tahun di level tertinggi sepak bola dunia.

"Saya menjawab, 'Tapi Ayah sudah mencetak lebih banyak gol.' Setelah itu saya mengingatkannya bahwa Mbappe pernah gagal mengeksekusi penalti. Namun, dia membalas, 'Ayah juga pernah gagal,'" lanjut Ronaldo.

Daya tarik yang dipancarkan para pemain muda saat ini, khususnya Bellingham, memang sangat kuat. Kepindahan gelandang asal Inggris itu ke Real Madrid dari Borussia Dortmund pada Juli 2023 berbuah peran vital di lini tengah Los Blancos. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Bellingham sudah membantu klub ibu kota Spanyol merengkuh trofi Liga Champions UEFA dan La Liga, serta mengemas tujuh gol di Piala Dunia 2026 untuk melampaui rekor Harry Kane dan Gary Lineker.

Siklus pengaguman ini seolah mengulang sejarah. Saat Ronaldo masih mengenakan seragam Real Madrid—mencetak 450 gol dalam 438 laga dan mengamankan empat trofi Liga Champions—ia menjadi kiblat bagi anak-anak muda di seluruh dunia. Vinicius Junior, misalnya, tumbuh dengan mengidolakan Ronaldo sebelum akhirnya menyusul sang pahlawan ke Santiago Bernabeu.

Kini, di usianya yang menginjak 41 tahun dan memasuki babak akhir karier profesionalnya, Ronaldo menyaksikan pergeseran estafet tersebut. Pengaguman yang pernah ia terima secara penuh kini terbagi kepada nama-nama baru, termasuk Bellingham yang terus dipuji berkat gaya mainnya.

"Saya sangat menyukai Jude Bellingham. Dia mengingatkan saya kepada Zidane. Dia masih sangat muda dan memiliki masa depan yang panjang," ujar Ronaldo.

Kualitas Bellingham di lapangan hijau terbukti sejak musim perdana di Spanyol, di mana ia mencatatkan 23 gol dan 13 assist dari 42 laga. Ia bahkan memecahkan rekor gol Ronaldo dalam 15 pertandingan pertama bersama Santiago Bernabeu. Dengan nomor punggung lima yang identik dengan Zinedine Zidane, Bellingham kini menjelma sebagai inspirasi baru bagi para pencinta sepak bola usia muda, termasuk Mateo.

"Dia akan memberikan banyak hal untuk Real Madrid," lanjut Ronaldo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed