Meksiko Hadapi Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Meksiko dijadwalkan bertanding melawan Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB. Laga krusial ini menjadi misi besar bagi tuan rumah untuk mengakhiri penantian selama 40 tahun demi menembus babak perempat final.

Meksiko bermodalkan catatan impresif setelah menyapu bersih empat pertandingan pertama tanpa kebobolan sama sekali, termasuk kemenangan 2-0 atas Ekuador di babak sebelumnya. Sebaliknya, timnas Inggris menghadapi tantangan non-teknis berupa ejekan warga setempat sejak tiba di Meksiko pada Jumat (3/7/2026) serta adaptasi ketinggian stadion yang mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut.

Kendati demikian, pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan kesiapan skuadnya menghadapi atmosfer pertandingan yang diperkirakan akan berjalan sangat ketat tersebut.

"Kami berada di tempat yang ikonik, stadion yang ikonik, pertandingan besar, pertandingan sistem gugur melawan Meksiko di Azteca," kata Tuchel dikutip dari Reuters.

Pertandingan ini dinilai menjadi panggung besar yang sangat dirasakan atmosfernya oleh seluruh tim menjelang laga penentu di fase gugur.

"Ini adalah pertandingan ikonik dan panggung besar, dan kami merasakannya," tambah pelatih berusia 52 tahun itu.

Di sisi lain, Inggris mendapatkan pukulan telak setelah bek kanan Djed Spence dipastikan absen akibat cedera otot saat persiapan, menyusul Reece James yang juga belum bugar. Menghadapi krisis pertahanan ini, Tuchel menolak menggeser Declan Rice menjadi bek kanan demi menjaga stabilitas lini tengah.

"Tidak, dia adalah solusi di akhir pertandingan jika kami membutuhkan lebih banyak serangan, tetapi dia akan kembali ke lini tengah. Saya yakin kami memiliki solusi yang baik," ujar Tuchel kepada ITV.

Jadwal pertandingan yang berlangsung dini hari waktu setempat juga membuat Tuchel memberikan pesan unik kepada para pendukung anak-anak di Inggris agar diizinkan menonton.

"Tuliskan saja surat izin untuk sekolah, biarkan mereka menonton sepakbola. Masih banyak hari untuk pergi ke sekolah, sedangkan piala dunia hanya datang setiap empat tahun sekali," ujar Tuchel seraya tersenyum dilansir dari The Independent.

Dukungan penuh dari seluruh suporter, khususnya anak-anak, dinilai sangat dibutuhkan oleh timnya dalam laga yang penuh tekanan ini.

"Kami membutuhkan dukungan semua orang, terutama anak-anak," kata dia masih dengan senyuman yang sama.

Terkait persiapan pribadinya, mantan pelatih Bayern Munchen tersebut mengaku sempat melewatkan laga penentu Meksiko sebelumnya karena faktor kelelahan akibat cuaca buruk yang menunda pertandingan.

"Saya sempat menonton babak pertama, lalu pertandingan dihentikan dan saya tidur pukul 22.00," ujar Tuchel.

Kebiasaan tidur lebih awal ini diakuinya cukup tidak biasa, namun dirinya tetap mewaspadai kekuatan pertahanan Meksiko yang belum kebobolan.

"Itu sangat tidak biasa bagi saya. Selama piala dunia ini saya justru tidur lebih awal, saya memang tidak melihat pertandingan itu, tetapi saya tahu hasilnya. Mereka tidak kebobolan dan kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit," ujarnya.

Sementara itu, kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang kini memimpin lini serang dengan koleksi lima gol, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memenangkan pertandingan di fase gugur.

"Tentu masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan babak-babak ini hanyalah tentang melewatinya. Kami berada di bagian turnamen di mana kami harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang telah kita lakukan,” kata Kane dilansir laman resmi FIFA.

Ketajaman Harry Kane di lini depan menjadi perhatian khusus bagi pelatih Meksiko, Javier Aguirre, yang memuji kualitas penyerang berusia 32 tahun tersebut sebagai pemain kelas dunia.

"Harry Kane adalah ikon global. Gol-gol yang ia cetak untuk Tottenham, Bayern, atau untuk tim nasionalnya, adalah gol-gol pemain kelas dunia," kata Aguirre dilansir dari Metro.

Aguirre juga mengagumi kemampuan fisik, duel udara, serta kepemimpinan Kane yang dinilai paket lengkap bagi seorang penyerang.

"Seorang pemudan dengan tinggi 1,88 meter, meskipun bertubuh kecil, ia memiliki keterampilan hebat dengan kakinya, kemampuan udara. Kane memiliki semuanya. Pekerja keras, ia bertahan, ia adalah kapten. Apa lagi yang bisa saya katakan tentangnya?" tambah pelatih berusia 67 tahun itu.

Sebagai strategi antisipasi, Aguirre mengaku telah menyiapkan instruksi khusus kepada para pemain bertahan dan gelandangnya untuk membatasi ruang gerak Kane sepanjang laga.

"Kami akan mencoba menetralisirnya, tidak hanya dengan bek tengah tetapi juga dengan gelandang yang maju ke depan, dengan bantuan dari bek sayap.

Meksiko akan menerapkan pengawalan ketat agar Kane tidak mendapatkan momentum melepaskan tembakan atau menciptakan peluang berbahaya bagi lini belakang El Tri.

"Kami akan mencoba memastikan dia tidak nyaman di lapangan ketika dia mundur untuk menerima bola, bahwa dia selalu dijaga oleh seseorang sehingga dia tidak dapat menciptakan peluang," sambung mantan pelatih Atletico Madrid itu.

Pemenang dari pertandingan sengit di Stadion Azteca ini dijadwalkan melaju ke babak perempat final untuk menghadapi pemenang dari laga antara Brasil melawan Norwegia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed