Mengenal Rumput Laut: Jenis, Warna, dan Peran Ekosistem Laut

Smallest Font
Largest Font

Rumput laut sering dianggap tumbuhan karena warnanya yang hijau, tetapi sebenarnya termasuk dalam kategori alga, bukan tumbuhan, meskipun memiliki kemampuan fotosintesis berkat kandungan klorofil dan pigmen lain.

Berbeda dengan tumbuhan darat, rumput laut memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun, namun tidak memiliki jaringan khusus. Organisme ini menempel pada dasar laut di perairan dangkal berbatu tanpa menyerap nutrisi seperti akar tumbuhan.

Secara umum, rumput laut terdiri dari tiga warna utama, yaitu hijau, merah, dan cokelat. Warna hijau berasal dari klorofil, merah karena pigmen fikobiliprotein, dan cokelat dari pigmen fucoxanthin. Warna tersebut mencerminkan kemampuan adaptasi dan fungsi yang berbeda dalam lingkungan laut.

Rumput laut cokelat, seperti jenis kelp dan sargassum, memiliki kantung udara bernama pneumatocyst yang berfungsi sebagai pelampung agar dapat mengapung dan menyerap sinar matahari untuk fotosintesis. Kelp juga dikenal kaya nutrisi dan biasanya tumbuh di perairan dingin.

Berdasarkan Smithsonian, terdapat 182 spesies kelp yang terbagi dalam delapan famili dan sekitar 30 genus, termasuk Macrocystis, Nereocystis, Laminaria, Lessonia, Ecklonia, dan Alaria.

Macrocystis merupakan kelp terbesar yang dapat tumbuh hingga 60 meter dengan pertumbuhan cepat dan berfungsi sebagai kanopi di hutan kelp. Nereocystis, atau rumput laut banteng, juga berukuran besar, tetapi memiliki umur lebih pendek, sekitar 18 bulan.

Laminaria hidup di perairan dingin dekat kutub dan biasanya berada di dasar hutan kelp, dikenal juga sebagai horsetail kelp. Lessonia sering dipanen untuk bahan kosmetik dan farmasi, tumbuh di perairan dangkal hingga kedalaman 25 meter di belahan bumi selatan.

Ecklonia ditemukan di lepas pantai Afrika Selatan dengan panjang sekitar 10 meter dan memiliki satu pneumatocyst di pangkal daunnya. Sedangkan Alaria, atau ribbon kelp, berukuran lebih kecil dan tumbuh hingga lebih dari 3 meter, ditemukan di perairan lepas pantai Maine, Nova Scotia, dan Irlandia.

Selain warna dan jenisnya, rumput laut berperan penting dalam ekosistem laut, seperti mengurangi energi gelombang dan memperlambat arus laut, yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan laut.

Informasi ini dikutip dari Detikcom dan Smithsonian, memberikan gambaran mendetail mengenai rumput laut sebagai organisme alga dengan berbagai manfaat ekologis dan nilai nutrisi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed