Menteri Pertahanan Estonia Mengundurkan Diri Akibat Skandal Amunisi Cacat

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur mengundurkan diri dari jabatannya usai terungkapnya kesalahan pengadaan amunisi artileri cacat senilai 70 juta Euro atau sekitar Rp 1,4 triliun yang ditujukan untuk bantuan militer ke Ukraina.

Skandal pengadaan yang didanai European Peace Facility milik Uni Eropa ini melibatkan Datasel SRL, perusahaan terdaftar di Italia yang dikelola pihak India, Neco Defense Munitions. Perusahaan tersebut dilaporkan belum pernah menjual amunisi sebelumnya.

Pusat Investasi Pertahanan Estonia (RKIK) telah menyetorkan pembayaran di muka pada 2024 saat Ukraina mengalami krisis amunisi. Namun pengiriman terus tertunda dan pesanan yang tiba pada 2025 dalam kondisi cacat serta tidak dapat digunakan.

Penyimpangan tersebut terungkap dalam laporan Kantor Audit Nasional Estonia yang dirilis pada 28 Agustus 2026. Laporan tersebut menyoroti buruknya manajemen belanja pertahanan Kementerian Pertahanan Estonia dalam beberapa tahun terakhir.

Pevkur menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci transaksi pengadaan amunisi tersebut saat ditandatangani pada 2024. Kendati demikian, ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas krisis politik yang terjadi.

"Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab ... meskipun seorang menteri tidak menghitung peluru dan tidak terlibat langsung dalam negosiasi kontrak, komentar dari Kantor Audit Nasional ... memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab politik," kata Pevkur dalam akun Facebook pribadinya saat mengumumkan pengunduran diri pada Rabu (2/9/2026).

Pengunduran diri ini merupakan langkah rasional untuk menjaga integritas sektor pertahanan negara yang kini menjadi perhatian publik.

"Oleh karena itu, hari ini saya harus memikul tanggung jawab politik atas seluruh sektor pertahanan dan menyerahkan tongkat estafet jabatan Menteri Pertahanan kepada Perdana Menteri," ucap Pevkur.

Kantor Audit Nasional Estonia memperingatkan bahwa potensi kerugian 70 juta Euro berisiko membebani anggaran negara dan mengorbankan pos pengeluaran strategis lainnya.

"Ada risiko bahwa biaya sebesar 70 juta Euro harus ditanggung oleh anggaran negara Estonia, yang berarti mengorbankan pos pengeluaran lainnya yang telah direncanakan," sebut Kantor Audit Nasional Estonia.

Perdana Menteri Estonia Kristen Michal dijadwalkan memimpin rapat kabinet pada Kamis (3/9/2026) untuk membahas pengunduran diri Pevkur. Sementara itu, Kantor Kejaksaan Estonia telah resmi membuka penyelidikan pidana terkait indikasi pelanggaran pengadaan periode 2025–2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed