KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU Periode 2026-2031

Smallest Font
Largest Font

KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang berjumlah sembilan ulama. Gus Kikin unggul dalam pemilihan suara awal dengan 472 suara. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan keduanya, yang diyakini mampu menangani ketimpangan sosial dan ekonomi umat Islam di Indonesia.

"KH Miftachul Akhyar selama ini mengedepankan dakwah yang sejuk dan persuasif serta berorientasi pada penyelesaian masalah," ujar Buya Anwar Abbas.

Buya Anwar Abbas menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian ekonomi umat sebagai kunci mencegah kemunduran umat Islam. "KH Miftachul Akhyar mengingatkan keterpurukan ekonomi umat dapat mengganggu penegakan amar ma'ruf nahi munkar," tambahnya.

Menurut Buya Anwar Abbas, Gus Kikin dengan latar belakang manajemen dan bisnis akan melengkapi kepemimpinan dengan visi ekonomi kerakyatan yang kuat. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari membantah isu bahwa terpilihnya Miftachul Akhyar dan Gus Kikin merupakan "paket pesanan istana".

"Kita kembalikan kepada muktamirin. Insya Allah semuanya adalah keputusan bersama," kata Qodari setelah konferensi pers di Jakarta Pusat. Qodari menjelaskan bahwa pemilihan ketua umum PBNU dilakukan oleh AHWA, bukan langsung oleh muktamirin, dengan sembilan ulama yang berperan menentukan secara bijak. Isu serupa juga dibantah oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Menteri Sosial sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, yang menegaskan tidak ada intervensi dari Istana dalam proses pemilihan tersebut.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal berharap kepemimpinan baru PBNU mampu menjadi perekat di tengah umat dan membantu menyejukkan kondisi bangsa.

"Harapan warga Nahdliyin adalah bagaimana mengembalikan kekuatan organisasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman," kata Cucun. Cucun juga mengingatkan perlunya pembenahan kepengurusan hingga tingkat ranting untuk mengatasi keterpurukan periode sebelumnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed