Misteri Wabah Menari Strasbourg 1518 yang Menewaskan Puluhan Orang

Smallest Font
Largest Font

Kota Strasbourg yang kini menjadi bagian dari wilayah Prancis pernah mencatatkan peristiwa aneh pada tahun 1518. Ratusan penduduk setempat mendadak menari tanpa henti selama dua bulan penuh, seperti dilansir dari Detikcom. Kejadian tersebut berawal dari tindakan seorang perempuan bernama Troffea.

Ia mulai menari di jalanan hingga akhirnya jatuh pingsan akibat kelelahan physical yang luar biasa. Meski sempat beristirahat, Troffea kembali melanjutkan tariannya selama berhari-hari. Gelombang penari baru bermunculan dalam waktu sepekan, di mana lebih dari 30 orang ikut menari meski mengalami cedera tubuh.

Pemerintah setempat bersama para pemimpin agama merasa cemas melihat lonjakan jumlah warga yang terdampak. Mereka kemudian mengambil kebijakan tidak terduga dengan menganggap tarian lanjutan sebagai penawar masalah tersebut.

Fasilitas umum seperti gedung pertemuan mulai disediakan sebagai tempat berkumpulnya para penari. Pihak berwenang bahkan menyewa pemusik serta penari profesional untuk mengiringi warga yang terus bergerak. Kebijakan tersebut justru memperluas penularan fenomena aneh ini hingga menembus angka 400 orang. Sejumlah warga dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem sebelum kondisi tersebut mereda pada awal September 1518.

Peristiwa di Strasbourg tercatat sebagai kasus fenomena menari massal yang paling lengkap dokumen sejarahnya di Eropa. Kendati demikian, pemicu utamanya masih memicu perdebatan hingga saat ini. Catatan sejarah masa lalu sempat mengaitkan peristiwa ini dengan campur tangan roh jahat serta pengaruh suhu daerah yang terlalu panas. Pada abad ke-20, kalangan peneliti menduga keracunan jamur gandum hitam menjadi penyebab timbulnya kejang pada warga.

Pendapat lain datang dari sosiolog Amerika Robert Bartholomew. Ia menduga para pelaku merupakan anggota sekte tertentu yang sengaja menari demi memohon bantuan ilahi. Teori yang paling kuat dikemukakan oleh sejarawan medis John Waller yang menyebut fenomena ini sebagai gangguan psikogenik massal. Stres tingkat tinggi akibat bencana kelaparan serta persebaran penyakit cacar dan sifilis dinilai menjadi pemicu utamanya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed