Muatan Listrik Tetesan Air Potensial Rusak Lapangan Cat Menara Eiffel
Menara Eiffel yang berdiri setinggi 330 meter di Paris, Prancis, membutuhkan perawatan berkala berupa pengecatan ulang setiap tujuh tahun sekali. Prosedur rutin ini dilakukan untuk menjaga keutuhan kerangka besi dari ancaman korosi.
Pengelola situs secara resmi menyatakan bahwa pelapisan cat secara berkala dapat membuat Menara Eiffel bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Pernyataan tersebut didukung oleh kalangan peneliti yang membenarkan peran vital lapisan pelindung tersebut, seperti dilansir dari Detikcom.
Meski demikian, struktur ikonik ini tetap rentan terhadap berbagai bentuk kerusakan pelindung. Tekanan mekanis dari gesekan benturan tetesan air secara berulang dapat mengikis serta mengelupas lapisan cat. Selain itu, faktor kimiawi seperti paparan air yang mengandung asam atau garam turut mempercepat proses kerusakan.
Di luar faktor mekanis dan kimiawi, studi terbaru mengungkap ancaman lain yang selama ini luput dari perhatian. Fenomena ini berkaitan dengan muatan listrik yang dibawa oleh gesekan tetesan air saat meluncur di atas permukaan.
Penelitian lintas lembaga ini dipimpin oleh Hans-Jürgen Butt dari Max Planck Institute for Polymer Research. Riset tersebut melibatkan peneliti dari University of Bonn, South China University of Technology, MIT, serta Johannes Gutenberg University Mainz.
Ketua kelompok departemen Physics at Interfaces, Rüdiger Berger, memberikan penjelasannya terkait temuan tersebut.
"Beberapa tahun lalu, kami meneliti fisika di balik bagaimana tetesan air memperoleh muatan saat meluncur di atas permukaan. Ini adalah sejenis 'listrik gesekan' pada tetesan air dan secara fisik jauh lebih kompleks daripada dugaan sebelumnya," ujar Rüdiger Berger dalam Science Daily yang dikutip Jumat (11/9/2026).
Ia menambahkan bahwa pelepasan muatan tersebut dapat berdampak langsung pada daya tahan material luar menara.
"Ketika tetesan bermuatan tersebut menghantam lapisan pelindung, muatannya dilepaskan secara lokal dan dapat melubangi lapisan di titik-titik tertentu, mirip sambaran petir kecil, yang berdampak pada ketahanan lapisan tersebut," imbuhnya.
Mekanisme ini menunjukkan bahwa tetesan air mengumpulkan energi listrik sepanjang pergerakannya di permukaan pelindung. Saat membentur lapisan cat, pelepasan muatan listrik secara mendadak berpotensi merusak material pada titik benturan.
Melalui hasil riset ini, para ilmuwan berharap dapat merancang teknologi lapisan pelindung yang lebih tangguh. Inovasi material baru tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk melindungi situs warisan budaya, kendaraan, bangunan berskala besar, hingga infrastruktur umum.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow