MSCI Coret GOTO dan Sembilan Saham Indonesia dari Indeks Global
Lembaga penyedia indeks Morgan Stanley Capital International merombak susunan saham Indonesia dalam MSCI August Index Review 2026 pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebanyak sepuluh saham resmi dikeluarkan dari jajaran indeks global tersebut.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dicoret dari MSCI Global Standard Indexes. Charoen Pokphand Indonesia berpindah kelas ke MSCI Global Small Cap Indexes, sedangkan GoTo sepenuhnya keluar dari indeks.
MSCI menjelaskan penghapusan GoTo dari indeks investasi dipicu oleh potensi masalah replikasi akibat likuiditas yang sangat rendah. Saham emiten teknologi tersebut tertahan pada level terendah Rp50 per saham di Bursa Efek Indonesia sejak Mei 2026.
Selain perubahan pada kategori standar, sembilan emiten Indonesia terdepak dari MSCI Global Small Cap Indexes. Emiten tersebut meliputi Bank Jago, Bukalapak.com, ESSA Industries Indonesia, MD Entertainment, Medikaloka Hermina, MNC Tourism Indonesia, Raharja Energi Cepu, Semen Indonesia, dan Transcoal Pacific.
Keputusan tersebut memicu pelemahan serentak pada saham terkait dalam perdagangan bursa. Saham MD Entertainment mengalami penurunan terdalam sebesar 8,82 persen ke level Rp930, disusul Medikaloka Hermina yang merosot 7,24 persen menjadi Rp705 per saham.
Pelemahan juga terjadi pada ESSA Industries sebesar 7,04 persen, Raharja Energi Cepu turun 6 persen, dan MNC Tourism melemah 5,41 persen. Sementara itu, Bukalapak.com terkoreksi 5,08 persen dan Bank Jago menyusut 4,78 persen.
Saham Semen Indonesia, Charoen Pokphand, dan Transcoal Pacific turut mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 2,89 persen, 2,54 persen, serta 2,20 persen. Adapun saham GoTo bertahan stagnan pada posisi Rp50 per saham.
"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," tulis pengumuman MSCI.
Meskipun terjadi pengurangan konstituen saham secara signifikan, MSCI menegaskan posisi pasar modal Indonesia tetap berada dalam klasifikasi Emerging Market. Evaluasi tata kelola pasar saham selanjutnya dijadwalkan pada 11 November 2026.
Di tengah perombakan indeks tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan sempat mencatatkan penguatan 1,69 persen ke level 6.373. Sentimen pasar domestik didukung melandainya inflasi konsumen Amerika Serikat pada Juli 2026 menjadi 3,4 persen secara tahunan.
Otoritas bursa dan pelaku pasar kini mencermati implementasi rebalancing portofolio hingga tanggal efektif penyesuaian indeks. Penyesuaian konstituen MSCI ini menjadi salah satu penentu arah arus modal asing di pasar saham Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow