Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian
Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Jumat malam diwarnai dengan seruan persaudaraan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut untuk terus merawat perdamaian yang telah terbangun demi masa depan generasi mendatang.
Acara berupa zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Jamaluddin Rasyid ini diikuti oleh sekitar satu ribu masyarakat serta santri. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Muzakir Manaf menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif agar tidak ada lagi konflik yang diturunkan kepada generasi penerus. Selain itu, upaya memperkuat pendidikan, meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, serta menjaga agama dan budaya menjadi fokus utama dalam membangun daerah.
"Mari kita rawat perdamaian ini dengan persaudaraan. Jangan kita wariskan luka kepada anak cucu. Wariskanlah kepada mereka Aceh yang aman, bermartabat, maju, dan penuh kasih sayang," kata Muzakir Manaf di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat malam.
Melalui momentum zikir bersama ini, masyarakat berharap agar Aceh terhindar dari segala bentuk perpecahan, permusuhan, bencana, dan marabahaya, sekaligus mendapatkan keberkahan serta kemakmuran yang berkelanjutan.
"dijauhkan dari segala perpecahan, permusuhan, bencana, dan marabahaya; serta dianugerahi keamanan, persatuan, kemakmuran, dan keberkahan. Amin Ya Rabbal’alamin," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasie, turut memberikan tausiah. Ia mengingatkan warga untuk selalu bersyukur atas kondisi keamanan dan kemerdekaan yang dirasakan saat ini, yang telah membawa perubahan ekonomi bagi daerah.
"Nikmat perdamaian yang kita rasakan ini harus kita jaga dan syukuri. Perdamaian telah membuat daerah kita yang dulu miskin sekarang menjadi kaya," katanya.
Abu Paya Pasie menambahkan bahwa setiap nikmat yang diberikan harus dipergunakan sesuai dengan tuntunan agama agar tidak mendatangkan teguran di kemudian hari.
"Mari kita terus bersyukur akan nikmat menjadi manusia dan jangan pernah melupakan perintah Allah. Jika kita kufur nikmat, maka Allah akan memberikan teguran," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow