Naomi Osaka Pukau Wimbledon Lewat Gaun Terinspirasi Kimono

Smallest Font
Largest Font

Petenis Jepang Naomi Osaka memukau penonton di All England Club pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan mengenakan gaun putih khusus yang terinspirasi dari pakaian upacara adat Jepang saat memasuki lapangan turnamen Wimbledon. Ajang Grand Slam legendaris ini memang mewajibkan seluruh pemain mengenakan pakaian serba putih, namun Osaka bersama perancang busana asal Tokyo, Hana Yagi, memanfaatkannya untuk menampilkan warisan budaya Jepang berupa gaun ramah lingkungan bermotif bangau dan bunga sakura. Di lapangan, unggulan ke-14 tersebut melaju ke babak ketiga setelah mencatat kemenangan meyakinkan 6-3, 6-2 atas petenis kualifikasi asal Rusia, Anastasia Gasanova.

Busana luar biasa yang dikenakan Osaka saat berjalan masuk lapangan dibuat menggunakan tujuh tekstil berbeda dari bahan daur ulang, termasuk kimono antik dan gaun pengantin tradisional shiromuku.

Di balik lapisan luar tersebut, Osaka mengenakan baju tanding Nike putih bermotif bunga tiga dimensi yang terinspirasi dari seni potong kertas kirigami Jepang, yang dirancang agar bisa bertransformasi dengan cepat sebelum pertandingan dimulai. “I wanted the garment to exist as the moment before performance,” kata Hana Yagi, Perancang Busana.

Yagi menjelaskan bahwa prosesi berjalan masuk tersebut menyelubungi Osaka dalam sebuah upacara ritual khusus, sementara pakaian Nike yang dikenakan di bawahnya melambangkan sang atlet dalam sebuah kompetisi. “The walk-on surrounds Naomi in ceremony, while the Nike kit represents the athlete in competition. I thought about them as two chapters within the same story,” tutur Hana Yagi, Perancang Busana.

Pihak penyelenggara turnamen melalui Chief Executive All England Lawn Tennis Club (AELTC), Sally Bolton, menyatakan tidak keberatan dengan busana Osaka selama tetap mematuhi aturan warna putih. “I like to use fashion as a medium for storytelling,” ujar Naomi Osaka, Atlet Tenis. Osaka menambahkan bahwa setiap momen berjalan menuju lapangan merupakan sebuah kesempatan baginya untuk membawa orang-orang masuk ke dalam dunia kreatif miliknya.

“Every walk-out is an opportunity to bring people into my creative world. The fact that people care about it and are excited to see what’s next is also pretty cool,” ucap Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Pengembangan konsep busana ini dipimpin oleh direktur kreatif Osaka, Marty Harper, yang ingin menciptakan dialog antara tradisi turnamen dengan pakaian upacara adat Jepang. “The starting point was the idea of ‘Evolving Ceremony,’” ungkap Hana Yagi, Perancang Busana. Yagi menjabarkan bahwa pakaian tersebut dirancang dari material bersejarah yang semula dibuat untuk menandai momen penting dalam hidup orang-orang.

“The garment is constructed from vintage shiromuku [traditional Japanese bridal garments], kimono and wedding dresses—ceremonial garments originally created to mark important moments in people’s lives,” kata Hana Yagi, Perancang Busana.

Selain faktor estetika, aspek fungsionalitas menjadi tantangan teknis tersendical karena pakaian ini hanya dipakai selama beberapa menit sebelum pertandingan dimulai. “Unlike a runway show, these garments exist for only a few minutes,” cetus Marty Harper, Direktur Kreatif.

Harper menekankan bahwa Osaka harus beralih dari mode upacara ke mode kompetisi dalam waktu kurang dari satu menit, sehingga setiap keputusan kreatif juga harus menyelesaikan masalah teknis. “Naomi has to transition from ceremony to competition in well under a minute, so every creative decision also has to solve a technical problem,” jelas Marty Harper, Direktur Kreatif.

Pembatasan warna putih yang ketat di Wimbledon justru memberikan kebebasan tersendiri bagi Osaka untuk mengeksplorasi elemen desain lainnya. “I actually didn’t feel limited at all,” aku Naomi Osaka, Atlet Tenis. Menurut Osaka, kewajiban menggunakan warna putih membuatnya tidak perlu memikirkan warna dan memungkinkannya menonjolkan fitur menarik lain seperti tekstur dan jenis kain.

“Obviously, the outfit has to be white, but aside from that, you can play with a lot of different design elements. In some ways, not having to think about the color allows you to highlight other cool features like fabrics and textures,” urai Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Bagi sang desainer, ketiadaan warna justru semakin menajamkan konsep seni yang ingin disalurkan melalui busana tersebut. “Working entirely in white allowed me to focus on material, transparency, construction, and silhouette instead of color,” papar Hana Yagi, Perancang Busana. Yagi menilai bahwa terkadang ide-ide kreatif terkuat justru muncul dari batasan-batasan yang paling jelas.

“Sometimes the strongest creative ideas emerge from the clearest constraints,” tambah Hana Yagi, Perancang Busana.

Dalam wawancara pascapertandingan, Osaka menceritakan bahwa inspirasi busananya dipengaruhi oleh budaya Harajuku yang ia lihat saat berkunjung ke Jepang. “My inspiration when it comes to fashion? I don’t know,” aku Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Ia merasa bahwa inspirasi berpakaiannya bisa datang dari mana saja, terutama setelah melihat cara orang-orang di Harajuku mengekspresikan diri lewat pakaian yang sangat penuh warna. “I grew up in Florida for the most part when I was in my development years. Then I took a trip to Japan one day. Then obviously you go to Harajuku, and you see everyone expressing themselves through clothes,” kenang Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Kombinasi antara warna dan gaya ekspresif tersebut melekat kuat dalam ingatan Osaka dan digunakannya dalam eksperimen mode selama ini. “It was just so cool and colourful. That stuck out to me a lot. I kind of used that in my fashion experimentation.

I don’t really ever have a plan when it comes to clothes. It’s okay to try something and fail, but I’d rather just try it and see how it goes,” tukas Naomi Osaka, Atlet Tenis. Eksperimen busana mewah ini juga menjadi perbincangan hangat di antara para pemain di kamar ganti serta menarik perhatian besar dari para penggemar di sepanjang jalan menuju lapangan.

“Tomorrow’s my daughter’s (third) birthday,” tutur Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Osaka menyatakan kegembiraannya karena kemenangan tersebut membuatnya bisa bertahan lebih lama di turnamen dan merayakan ulang tahun putrinya tanpa harus langsung naik pesawat pulang. “I just wanted to be here for longer. I don’t want to make her get on a plane on her birthday. I was really happy about today,” pung scoreboard Naomi Osaka, Atlet Tenis. Sesi latihan rutin tetap dijalani Osaka pada Kamis pagi, yang rencananya akan dilanjutkan dengan berjalan-jalan ke taman bersama putrinya.

“Obviously I have to practice in the morning, but maybe after we'll go around the park and stuff. She loves making friends so yeah, we’ll probably do that,” kata Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Di samping itu, minat masyarakat terhadap busana tanding bermotif bunga milik Osaka sangat tinggi, terbukti dengan laporannya yang habis terjual hanya dalam beberapa jam setelah dirilis ke publik. “I think everyone has the capacity to have multiple interests or hobbies and passions,” sebut Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Osaka memandang bahwa setiap orang berhak memiliki minat yang beragam tanpa harus memilih salah satu saja, sebagaimana dirinya yang mencintai tenis dan fashion sekaligus. “Two of mine are tennis and fashion; the next person might like painting and hiking, and there’s nothing wrong with that,” pungkas Naomi Osaka, Atlet Tenis.

Pada babak berikutnya, petenis nomor satu Jepang ini dijadwalkan menghadapi atlet asal Australia, Daria Kasatkina.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed