Nashville SC Jamu Los Angeles FC di GEODIS Park

Smallest Font
Largest Font

Nashville SC dijadwalkan menjamu Los Angeles FC di Stadion GEODIS Park pada hari Minggu, 17 Mei 2026 waktu setempat, demi mempertahankan posisi puncak klasemen Wilayah Timur Major League Soccer sebelum jeda Piala Dunia.

Klub tuan rumah saat ini memimpin klasemen dengan raihan 27 poin dari 12 pertandingan setelah mengalahkan New England Revolution 3-0 tengah pekan lalu, sementara tim tamu terlempar ke peringkat kelima Wilayah Barat akibat menderita tiga kekalahan beruntun.

Kiper Nashville SC, Brian Schwake, menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan persiapan khusus untuk mengantisipasi lini serang Los Angeles FC yang diperkuat oleh Son Heung-min dan Denis Bouanga.

"No, I don't think so. I think every team has dangerous guys." ujar Brian Schwake, Kiper Nashville SC.

Schwake menambahkan bahwa analisis yang diberikan oleh staf pelatih mengenai kekuatan dan kelemahan setiap pemain lawan selalu serupa untuk setiap pertandingan.

"Obviously, every player is different, but the analysis and stuff that all the guys do, and the coaches give us on each player is kind of similar." kata Brian Schwake, Kiper Nashville SC.

Penjaga gawang tersebut menyadari bahwa sebuah tim tidak bisa bertahan dengan sempurna sepanjang waktu, namun fokus utama mereka adalah mempermudah kerja tim di lapangan.

"We know strengths and weaknesses and what maybe we can try to do. You can't defend everyone perfectly all the time, but we think, 'what can we do to make our lives as easy as possible?'" ucap Brian Schwake, Kiper Nashville SC.

Pola pertahanan tersebut dipastikan tetap sama seperti laga-laga domestik yang mereka jalani pada pekan-pekan sebelumnya.

"I think that's going to be the same as it was the week before and the week before that." cetus Brian Schwake, Kiper Nashville SC.

Di kubu seberang, Los Angeles FC sedang mengalami penurunan produktivitas setelah tak lunglai dalam laga terakhirnya termasuk takluk 2-1 dari St. Louis City pada hari Rabu, yang membuat mereka mencatat persentase akurasi tembakan terendah ketiga di MLS sebesar 33,3 persen.

"Sometimes there are moments that are just difficult for a team and don’t go your way." tutur Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.

Dos Santos memaklumi kekecewaan anak asuhnya, namun ia melihat ada banyak aspek positif dari cara tim merespons dan terus menekan untuk mencari gol sepanjang pertandingan tersebut.

"Right now we’re in a moment like that. I told them in the locker room, I know everybody is disappointed, but how you went about the game, how you answered in the game, how you pushed the game, how you looked for the goal all the time, there are a lot of things to build on." jelas Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.

Menurut sang pelatih, penurunan performa ini dipengaruhi oleh kelelahan fisik dan mental akibat jadwal padat MLS serta perjalanan jauh selama menembus semifinal Piala Champions CONCACAF sebelum disingkirkan oleh Toluca.

"What needs to change is doing the little things right," terang Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.

Dos Santos menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan diri pemain dalam hal penguasaan bola dan taktik menyerang demi memutus tren negatif sebelum menghadapi Seattle Sounders pada pekan berikutnya.

"Regaining confidence "with the way we keep the ball, the way we get in the opponent's half, the way we originate and create chances," said Dos Santos, "these are important things for us."" kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed