Netflix Merilis Film Komedi Romantis Voicemails for Isabelle
Netflix resmi merilis film komedi romantis terbaru berjudul Voicemails for Isabelle pada Jumat, 19 Juni 2026. Film ini mengisahkan tentang Jill yang diperankan oleh Zoey Deutch, seorang koki yang mengatasi rasa duka akibat kematian adiknya dengan terus mengirimkan pesan suara ke nomor lama sang adik.
Tanpa disadari oleh Jill, nomor telepon tersebut telah dialokasikan kembali kepada seorang pria bernama Wes yang diperankan oleh Nick Robinson. Wes yang berprofesi sebagai agen real estat kemudian mulai jatuh cinta kepada Jill setelah mendengarkan pesan-pesan suara emosional tersebut, hingga akhirnya ia berpura-pura pergi ke San Francisco.
“for work” ujar sutradara sekaligus penulis naskah Leah McKendrick dalam naskahnya seperti dilansir dari decider.com.
Aksi Wes yang melacak Jill di media sosial dan menemuinya tanpa berterus terang memicu perdebatan mengenai apakah tindakan tersebut wajar dalam sebuah film romantis.
“facsimile of reality” kata kritikus film dalam ulasannya mengenai realisme alur cerita tersebut.
Sebagian penonton menilai bahwa konsep cerita ini mencoba membawa kembali nuansa film komedi romantis tahun 90-an.
“harmlessness” kata pengamat film mengenai anggapan kepolosan premis cerita tersebut.
Film ini juga dinilai sangat sadar diri terhadap genre komedi romantis yang diusungnya dengan berbagai referensi film klasik.
“look-ma-I’m-a-silly-rom-com” tulis kritikus decider.com mengenai gaya penyutradaraan film.
Dalam salah satu adegan, naskah film ini bahkan secara langsung membandingkan situasinya dengan film klasik terkenal.
“This is like a sick reboot of You’ve Got Mail!” ujar salah satu karakter dalam film.
Di sisi lain, kolaborasi antara kedua pemeran utama didukung oleh kedekatan nyata mereka di luar lokasi syuting. Nick Robinson mengungkapkan bahwa mereka sudah lama ingin bekerja sama sebelum akhirnya dipertemukan dalam proyek Netflix ini.
“There's been a handful of things that we were either, I was going to do and you had to drop out, or you were in and I was going to [do something else].” kata Nick Robinson kepada People Magazine.
Robinson menambahkan bahwa kesempatan bekerja sama dengan Deutch merupakan sebuah kebahagiaan besar bagi dirinya setelah bertahun-tahun berteman.
“So it's been many years [of] wanting to work together, so it's been just an absolute joy to have the opportunity to do it, and I'm really grateful,” kata Nick Robinson.
Untuk membangun kedekatan dan kecocokan karakter di awal syuting, Deutch mengajak Robinson untuk berolahraga bersama.
“It was from the jump Zoey was just really welcoming and warm and invited me to go to yoga class, and we took some yoga classes, and it was just really easy.” kata Nick Robinson.
Ajakan tersebut disambut baik oleh Deutch yang langsung memberikan apresiasi terhadap tempat olahraga pilihan mereka.
“Shoutout Modo Yoga,” kata Zoey Deutch.
Deutch menjelaskan bahwa sejarah pertemanan panjang mereka di Los Angeles sangat membantu proses pembentukan emosi antar karakter dalam film ini.
“Because we've known each other a long time and we've seen each other through different periods of our lives, and there is that history and time, it definitely lends toward in favor of there being chemistry and a built-in relationship, so I think it's hard to create that.” kata Zoey Deutch.
Sutradara Leah McKendrick juga memuji penampilan Zoey Deutch yang dinilai mampu membawakan karakter Jill dengan sangat memikat dan penuh penjiwaan.
“endlessly lovable.” kata Leah McKendrick dilansir dari Netflix Tudum.
McKendrick menambahkan bahwa kemampuan akting Deutch sangat luas dan tidak ada aktor lain yang bisa menampilkan emosi sepertinya.
“No one can access all the colors quite like Zoey can.” kata Leah McKendrick.
Selain Deutch, pesona Nick Robinson juga menjadi daya tarik utama yang diakui oleh sang sutradara sejak awal pemilihan peran.
“That smile! We’d all follow him anywhere,” kata Leah McKendrick.
Suasana di lokasi syuting juga dipenuhi keceriaan, terutama karena interaksi antara Zoey Deutch dan Lukas Gage yang sering kali tidak bisa menahan tawa.
“If this were middle school, Lukas and Zoey would have to be separated,” kata Leah McKendrick.
Kedekatan para pemain tersebut membuat proses produksi menjadi sangat menyenangkan bagi seluruh kru.
“They make each other laugh uncontrollably.” kata Leah McKendrick.
Karakter Jill dalam film ini digambarkan mengalami transisi emosi yang sangat dalam, mulai dari kedukaan hingga menemukan cinta baru.
“Jill’s journey spans from dark, debilitating grief to tingly, Lover-era T-Swift new romance,” kata Leah McKendrick.
Pihak produksi menegaskan bahwa mereka membutuhkan aktor yang mampu menyampaikan rasa sakit mendalam secara alami untuk peran Jill.
“We always knew we needed an actor who was disarming and hilarious, yet excruciatingly raw.” kata Leah McKendrick.
Mengenai karakter Wes, McKendrick sempat khawatir peran tersebut akan terlihat buruk jika tidak dimainkan oleh aktor yang tepat.
“Wes could easily come off as callous or even manipulative in the wrong hands. It was a concern on the page, but that faded as soon as we cast Nick,” kata Leah McKendrick.
Pemilihan Robinson terbukti tepat karena sifat aslinya yang penuh kepekaan mampu tersalurkan dengan baik ke dalam karakter Wes.
“There’s a genuine sensitivity to him, on and offscreen.” kata Leah McKendrick.
Dalam jajaran pemain pendukung, terdapat aktor Harry Shum Jr. yang memerankan tokoh Andy, sosok yang sudah dianggap sangat dekat oleh Wes.
“cousin” kata narasi Netflix mengenai hubungan karakter Andy dengan Wes.
Selain itu, Lukas Gage memerankan karakter Arthur, seorang pekerja toko roti yang memiliki sisi kepribadian tersembunyi.
“Arthur comes off like a bit of a frat boy in a bakery, but he’s actually deeply insecure and an undercover weirdo,” kata Leah McKendrick.
Karakter unik Arthur dikembangkan bersama oleh sutradara dan sang aktor melalui diskusi pesan teks selama masa persiapan.
“Before we knew it, there was a very large, very real taxidermy beaver in his bedroom and beaver tattoos on his body.” kata Leah McKendrick.
Film ini juga menampilkan beberapa karakter kencan Jill, termasuk Scott yang penampilannya disamakan dengan karakter film populer.
“Sloth from The Goonies.” kata narasi dalam film mengenai penampilan fisik Scott.
Kondisi medis yang dialami Scott dalam adegan tersebut kemudian dijelaskan sebagai sebuah gangguan komunikasi yang umum terjadi.
“just a common disconnection —” kata Scott dalam dialognya di film tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow