NTSB Ungkap Pipa Gas Tak Ditandai Sebelum Ledakan Apartemen Dallas
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) merilis laporan awal pada Rabu (1/7/2026) yang mengungkapkan bahwa pipa gas alam bawah tanah belum ditandai sebelum terjadinya ledakan fatal di sebuah gedung apartemen di Dallas pada 28 Mei lalu. Insiden tragis di Oak Cliff tersebut menghancurkan struktur bangunan apartemen, menewaskan tiga orang warga yakni Sylvia Collins (79), Marisol Perez (37), dan bayinya Erik Perez Sanchez Jr (18 bulan), serta melukai setidaknya enam orang lainnya. Berdasarkan laporan federal, kontraktor pihak ketiga bernama Barba Drilling sedang mengoperasikan alat bor untuk pengambilan sampel tanah atas nama Engineering and Consulting Services Southwest, LLP (ECS) sebelum ledakan terjadi.
Meskipun ECS telah mengajukan tiket pelacakan utilitas Texas 811 yang diwajibkan secara hukum pada 21 Mei atau seminggu sebelum kejadian, jalur gas alam spesifik yang terhantam bor tersebut belum diidentifikasi atau ditandai oleh petugas pelacak.
Lini masa NTSB menunjukkan petugas Pemadam Kebakaran Dallas pertama kali merespons laporan kebocoran gas pada pukul 12.49 siang, lalu melaporkan pipa yang terpotong kepada penyedia gas regional, Atmos Energy Corporation, pada pukul 12.51 siang. Ledakan mematikan itu terjadi sekitar pukul 1:15 siang, sementara kru Atmos tiba di lokasi lima menit kemudian pada pukul 1:20 siang untuk mengisolasi kebocoran dengan teknik perataan pipa utama polietilen berukuran 4 inci.
Terkait insiden ini, sejumlah tuntutan hukum atas dugaan kelalaian telah diajukan oleh para korban dan keluarga mereka terhadap Atmos Energy Corporation. "It's long overdue for this company to step up and treat North Texas like a first-class citizen and treat us the same way that they treat people in other states with regard to their safety rules and how they handle the pipelines," kata pengacara Chris Hamilton.
Hamilton menambahkan bahwa proses hukum akan terus berjalan dengan pengumpulan dokumen, somasi, serta pengambilan sumpah para eksekutif Atmos untuk mendapatkan jawaban atas pola masalah pada pipa mereka. "This is one, not 99% 100% preventable, and shouldn't be happening. And so I think that, you know, the victims are just trying to survive right now, but everybody is committed to getting accountability and justice, because that's what is going to be necessary to protect our communities and prevent this from happening again," tutur Hamilton. Di sisi lain, saksi mata dan tetangga sekitar lokasi kejadian merasakan dampak langsung dari ledakan besar yang memaksa evakuasi rumah-rumah di sekitarnya tersebut.
"Everything was so fast. Less than five minutes, everything was already on fire. Big fire," kata Jorge Moreno.
Moreno juga menyampaikan kondisi terkininya yang belum bisa kembali ke rumah pascainsiden. "Hopefully, we'll come back pretty soon," ujar Moreno. Pakar jaringan pipa yang juga mantan penjabat administrator PHMSA memberikan pandangan bahwa laporan awal ini baru merupakan langkah awal untuk melihat faktor-faktor yang jelas terlihat.
"Think of a preliminary report as an initial, quick look of obvious factors," kata Brigham McCown.
McCown menyatakan bahwa penyelidik masih harus menjawab beberapa pertanyaan penting terkait prosedur penggalian di area terlarang. "The question emerges, should they have been using hand tools in this area? Were they within what’s called the exclusion zone? That’s roughly a foot and a half of either side of where the line was marked," sebut McCown.
Sementara itu, pihak Atmos Energy dalam dokumen pengadilan membantah melakukan kesalahan dan melemparkan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang melakukan pengeboran. "Third parties are responsible for the harms alleged in Plaintiffs’ petitions," tulis pengacara Atmos dalam berkas pengadilan.
Atmos juga merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa uji tekanan pada pipa yang dipasang sejak tahun 1988 tersebut telah dinyatakan lulus pascakejadian. "USIC is a party to the NTSB investigation. According to the NTSB’s preliminary report, the location of some of the natural gas assets had been marked, but the location of the relevant gas line had not been marked," tulis Atmos Energy. Terkait sejarah pipa tersebut, mantan direktur investigasi pipa NTSB dari Pipeline Safety Trust menjelaskan bahwa tahun pemasangan pipa tidak serta merta menjadi faktor penyebab.
"Atmos Energy is the source of far too many deaths and severe injuries year after year," kata Jesus Garcia, Jr.
Garcia menuduh Atmos rutin gagal menjalankan operasi secara aman di properti yang memiliki kandungan gas alam. "Atmos Energy routinely fails to conduct operations in a safe manner consistent with policies and procedures for working at or on a property where natural gas is present, which has resulted in countless preventable tragedies," tegas Garcia. Hingga saat ini, investigasi menyeluruh oleh NTSB yang melibatkan berbagai lembaga seperti PHMSA dan Railroad Commission of Texas masih terus berjalan dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow