Nyamuk Aedes aegypti Tetap Bertahan Selama Musim Kemarau

Smallest Font
Largest Font

Keluhan masyarakat mengenai maraknya nyamuk pengisap darah di musim kemarau dipicu oleh adaptasi biologis serangga tersebut. Fenomena banyaknya nyamuk di cuaca panas kerap menimbulkan pertanyaan masyarakat.

Seperti dilansir dari Detik iNET, serangga pengisap darah ini ternyata memiliki mekanisme pertahanan diri yang kuat saat menghadapi kondisi lingkungan tanpa hujan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa spesies Aedes aegypti biasa berkembang biak pada wadah penampungan air di sekitar permukiman. Telur nyamuk ini sanggup bertahan hidup dalam kondisi sangat kering selama berbulan-bulan.

Penelitian dari Journal of Vector Ecology membuktikan tingkat kelangsungan hidup telur Aedes aegypti berada di atas 88% hingga 56 hari kekeringan. Bahkan, sekitar 2-15% telur tercatat masih hidup setelah satu tahun.

Studi di PLOS Biology pada 2023 mengungkap metabolisme embrio Aedes aegypti berubah saat kekeringan. Perubahan pemanfaatan lipid membantu telur bertahan meski kehilangan air dan menetas begitu terkena air kembali.

Suhu Panas Percepat Perkembangan Nyamuk

Kondisi hangat dan kering memberikan keuntungan ekologis bagi Aedes aegypti. Keberadaannya di wadah air justru meningkat seiring melonjaknya temperatur rata-rata dan panjangnya masa kering.

Hasil riset lain dalam bentuk preprint Januari 2026 menunjukkan nyamuk di kawasan perkotaan memiliki toleransi ketahanan telur yang lebih tinggi terhadap kondisi kering berkepanjangan.

Peningkatan suhu udara juga mempercepat masa perkembangan larva menjadi nyamuk dewasa. Proses perkembangan membutuhkan waktu 39,7 hari pada suhu 15 derajat Celsius, namun melaju cepat menjadi 7,2 hari pada suhu 35 derajat Celsius.

Pengenangan Air di Sekitar Rumah

Musim kemarau sering kali mendorong masyarakat untuk lebih banyak menampung air di dalam rumah. Ember, bak mandi, vas bunga, tatakan pot, hingga dispenser yang tidak tertutup berpotensi menjadi sarang bertelur.

WHO menganjurkan masyarakat mengosongkan, membersihkan, dan menggosok wadah penampungan air setidaknya seminggu sekali. Langkah ini efektif guna menyingkirkan telur-telur nyamuk yang menempel keras pada dinding wadah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed