Peneliti BRIN Ungkap Alasan Nyamuk Merajalela Saat Kemarau

Smallest Font
Largest Font

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Awit Suwito mengungkapkan bahwa berkurangnya genangan air di luar ruangan saat musim kemarau menjadi penyebab utama nyamuk berpindah dan berkumpul di dalam rumah.

Fenomena ini dialami banyak warga karena genangan air di luar berkurang drastis, sementara nyamuk membutuhkan air jernih untuk tempat perindukan dan bertahan hidup, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (20/8/2026).

Kondisi kemarau membuat serangga ini terkonsentrasi pada area pemukiman yang memiliki pasokan air stabil.

"Sehingga nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti, yang lebih menyukai habitat air jernih, akan terpusat pada tempat-tempat air yang ada di dalam atau sekitar rumah, seperti bak mandi, kolam, tempat minuman hewan peliharaan, dan lain-lain," tutur Awit, dikutip detikProperti pada Kamis (20/8/2026).

Selain masalah tempat berkembang biak, tingkat kelembapan udara yang menurun selama musim kemarau memperpendek usia hidup nyamuk. Nyamuk terdorong mencari area indoor yang lebih lembap demi memperpanjang kelangsungan hidup mereka.

Meskipun kondisi lingkungan luar sangat kering, telur nyamuk memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan hingga kondisi memungkinkan untuk menetas.

Masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami beraroma kuat seperti peppermint, lavender, dan serai wangi untuk mengusir nyamuk dari pemukiman. Selain itu, penanaman bunga marigold atau mint di dalam pot juga efektif menekan populasi nyamuk di area rumah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed