Nyamuk Mengincar Golongan Darah O dan Warna Pakaian Tertentu
Serangga terbang seperti nyamuk ternyata memiliki kecenderungan memilih target tertentu saat mencari darah manusia, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Penelitian mendalam selama bertahun-tahun membuktikan bahwa proses pengisapan darah tidak dilakukan secara acak pada setiap individu. Kondisi biologis ini mengakibatkan sebagian orang kerap dikerumuni gigitan serangga, sementara sebagian lainnya justru luput dari perhatian nyamuk.
Para peneliti mengidentifikasi bahwa serangga tersebut mendeteksi pelepasan antigen spesifik pada permukaan sel darah merah.
Cairan tubuh seperti air liur dan air mata menjadi media sekresi antigen H bagi pemilik golongan darah O. Eksperimen pada tahun 1974 terhadap 102 partisipan menunjukkan kecenderungan tinggi nyamuk untuk mengisap darah golongan O.
Riset lanjutan tahun 2019 yang menggunakan alat pengumpan darah juga mengonfirmasi ketertarikan tertinggi pada golongan darah O.
Pelepasan Karbon Dioksida dan Suhu Tubuh
Gas karbon dioksida dari embusan napas menjadi petunjuk arah bagi nyamuk untuk menemukan keberadaan calon inang. "Jumlah CO2 yang Anda hasilkan, seperti orang dengan tingkat metabolisme tinggi, faktor genetik, dan faktor lainnya, meningkatkan jumlah karbon dioksida yang Anda lepaskan," kata profesor entomologi Jonathan F. Day.
"Semakin banyak yang Anda lepaskan, semakin menarik bagi arthropoda-arthropoda ini," kata Jonathan F. Day.
Studi tahun 2004 menemukan wanita hamil lebih banyak dihampiri nyamuk karena memproduksi gas pembuangan napas serta suhu tubuh yang lebih tinggi.
Penelitian pada tahun 2007 membuktikan bahwa nyamuk betina senantiasa bergerak mendekati sumber panas tanpa memedulikan ukurannya.
Aroma Tubuh dan Produk Perawatan Kulit
Aroma alami tubuh yang mengandung amonia serta asam laktat menjadi magnet alami bagi serangga pengisap darah.
"Asam laktat, yaitu zat kimia yang menyebabkan otot kram, juga berpotensi membuat seseorang jadi sasaran nyamuk," kata Jonathan F. Day. Faktor genetika dan populasi bakteri pada permukaan kulit turut memengaruhi keunikan aroma tubuh seseorang.
Penggunaan pelembab kulit sebelum beraktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan risiko gigitan akibat kandungan senyawa kimia tertentu. "Banyak dari produk ini mengandung asam laktat yang mengandung asam alfa-hidroksi, yang merupakan zat penarik nyamuk," kata spesialis pengobatan darurat Christopher Bazolli, MD.
Wewangian kuat beraroma bunga dari parfum atau deodoran juga menyamarkan bau alami sekaligus menarik perhatian nyamuk. "Nyamuk tertarik pada bau badan kita , tetapi mereka juga tertarik pada hal-hal yang kita gunakan untuk menutupi bau tersebut, seperti parfum atau deodoran," kata Dr Bazzoli.
Pengaruh Warna Pakaian
Warna pakaian yang dikenakan seseorang memengaruhi tingkat visibilitas di mata serangga pengisap darah.
"Jika Anda mengenakan pakaian gelap, Anda akan lebih menarik perhatian karena Anda akan menonjol, sedangkan mereka yang mengenakan warna terang tidak akan terlalu menarik perhatian," kata Jonathan F. Day. Studi di jurnal Nature Communications tahun 2022 menunjukkan nyamuk menyukai warna oranye, merah, serta cyan. "Ini mungkin menjelaskan mengapa nyamuk tertarik pada kulit manusia , karena banyak orang memiliki warna kulit yang memiliki rona merah atau merah muda," catat Dr Bazzoli.
Langkah Pencegahan Gigitan Nyamuk
Upaya pencegahan perkembangbiakan dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus secara konsisten di lingkungan sekitar.
Tindakan utama mencakup menguras penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas. Langkah Plus meliputi pemeliharaan ikan pemakan jentik, penggunaan obat anti nyamuk, dan pemasangan kawat kasa pada ventilasi.
Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan serta pemberian larvasida pada penampungan air sulit dikuras sangat dianjurkan. Masyarakat juga disarankan menanam tanaman pengusir nyamuk, merawat saluran air, dan meletakkan pakaian bekas dalam wadah tertutup.
Pemeriksaan rutin pada tempat penampungan air menjadi langkah krusial untuk memutus rantai perkembangbiakan jentik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow