Jelang Piala Dunia 2026, Mzansi Youth Choir Kirim Dukungan untuk Afrika Selatan Hadapi Meksiko

Smallest Font
Largest Font

Paduan Suara Pemuda Mzansi merilis video berisi nyanyian dan tarian untuk mendukung tim nasional Afrika Selatan, Bafana Bafana, menjelang pertandingan pembuka Grup A Piala Dunia FIFA 2026 melawan Meksiko pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kelompok paduan suara yang diakui secara internasional tersebut membagikan rekaman video yang memperlihatkan para anggota bernyanyi, bersorak, dan menari demi memberikan semangat kepada tim nasional mereka.

Aksi ini menjadi bentuk dukungan moral dari salah satu duta budaya paling terkenal di Afrika Selatan menjelang kembalinya negara tersebut ke panggung Piala Dunia setelah dinanti selama 16 tahun.

"Our boys! We have put our trust in you. We want you guys to bring it home. Bring it home," ujar perwakilan Paduan Suara Pemuda Mzansi dalam klip video tersebut.

Melalui takarir unggahan tersebut, kelompok seni yang didirikan di Soweto pada tahun 2003 ini juga menyampaikan pesan tambahan agar para pemain berjuang dengan penuh semangat di Meksiko.

"Wishing Bafana Bafana the very best of luck as they kick off their first match in Mexico! Make the nation proud, play with passion and give it your all. South Africa is behind you every step of the way. Go Bafana Bafana!" tambah Paduan Suara Pemuda Mzansi dalam takarir video mereka.

Paduan Suara Pemuda Mzansi awalnya dibentuk sebagai proyek pengembangan kepemudaan untuk menciptakan peluang bagi anak-anak muda berbakat, sebelum akhirnya meraih kesuksesan global.

Kelompok ini sempat menarik perhatian dunia pada tahun 2023 saat berkompetisi di ajang "America's Got Talent" dan berhasil menembus babak final musim ke-18 melalui raihan Audience Group Golden Buzzer.

Kini, perhatian mereka tercurah pada sepak bola demi menyambut malam bersejarah bagi publik Afrika Selatan yang dilansir dari laporan iol.co.za.

Pertandingan antara Afrika Selatan dan Meksiko dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, yang mencatatkan sejarah sebagai stadion pertama yang menggelar laga dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda.

Pertemuan ini sekaligus mengulang momen pertandingan pembuka Piala Dunia FIFA 2010 silam saat kedua negara bermain imbang di Johannesburg.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed