Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Paru-paru Kaku dalam Waktu Singkat

Smallest Font
Largest Font

Beragam gangguan pernapasan seperti tenggorokan gatal, batuk berdahak, dan sesak napas mulai banyak muncul akibat meluasnya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, dikutip dari Detik Health.

Banyak yang mengira masalah ini hanya sementara dan akan hilang setelah abu mereda. Namun, risiko kesehatan jangka panjang seperti fibrosis paru dan silikosis dapat berkembang secara perlahan dan berbahaya.

Partikel abu vulkanik yang sangat halus, berukuran kurang dari 2,5 mikron, mengandung mineral silika yang mampu menembus hingga ke bagian terdalam paru-paru tanpa tersaring oleh hidung.

Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) dari RS Paru Persahabatan menjelaskan bahwa partikel silika yang terperangkap lama di paru-paru memicu pembentukan jaringan parut berlebih, yang dikenal sebagai fibrosis paru atau silikosis. Kondisi ini menyebabkan paru-paru kehilangan elastisitas dan menjadi kaku sehingga menimbulkan sesak napas kronis.

Kondisi paru-paru kaku ini tidak hanya mengancam pekerja tambang yang terpapar debu dalam jangka panjang, tetapi juga bisa terjadi lebih cepat pada paparan abu vulkanik pekat. Silikosis akut bisa muncul dalam rentang 8 bulan hingga satu tahun jika terpapar dosis tinggi abu vulkanik mengandung silika.

Proses menuju fibrosis paru dimulai dengan peradangan pada saluran napas yang mengakibatkan pembengkakan dan penyempitan saluran napas. Jika iritasi ini dibiarkan, sistem pembersih alami paru-paru akan terganggu, meningkatkan risiko infeksi saluran napas, radang paru, dan kerusakan permanen pada fungsi paru.

Prof Agus menambahkan, "Kalau itu berlanjut terus-terusan, maka inflamasinya akan berlanjut menjadi kronik. Penyempitan menahun akan menyebabkan gangguan fungsi paru dan penurunan fungsi paru secara permanen."

Kerusakan jaringan paru akibat fibrosis bersifat ireversibel dan tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, penggunaan masker respirator seperti N95 atau KN95 selama erupsi dan pembatasan aktivitas di luar ruangan sangat penting sebagai langkah pencegahan utama agar paru-paru tidak mengalami kekakuan di masa mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed