Pasar Keuangan Global Lesu Menjelang Rilis Data Inflasi AS

Smallest Font
Largest Font

Indeks saham S&P 500 dan Dow Jones di Amerika Serikat melemah pada hari Selasa setelah harapan kesepakatan antara AS dan Iran memudar akibat tuntutan ganti rugi dari kedua belah pihak.

Dilansir dari DailyForex, indeks Dow Jones merosot hingga 180 poin karena penurunan sentimen risiko ini. Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada rilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu.

Laporan inflasi tersebut diprediksi memicu volatilitas tinggi karena data lapangan kerja sebelumnya menunjukkan hasil di bawah ekspektasi. Berdasarkan data CME FedWatch, saat ini terdapat peluang sebesar 55 persen bagi Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga pada bulan September, dengan Core CPI tahunan diperkirakan berada di angka 2,5 persen.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup turun 1,28 persen pada hari Selasa setelah sempat menguat. Penurunan ini terjadi meskipun negosiasi antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut, sebab Iran tetap menuntut kompensasi dari pihak Amerika Serikat yang menghambat kesepakatan global jangka panjang.

Pergerakan mata uang global juga tertuju pada pasangan USD/JPY menyusul aksi intervensi pasar oleh Bank of Japan dan otoritas Amerika Serikat. Bank sentral Jepang tercatat melakukan pembelian senilai 8,45 triliun yen pada 30 Juli dan 5,3 triliun yen pada 31 Juli untuk menyokong mata uang yen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed