Pasar Saham Indonesia Dinilai Rentan Jelang Pengumuman MSCI

Smallest Font
Largest Font

Pasar saham Indonesia dinilai masih berada dalam fase pemulihan yang cukup rapuh menjelang pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI pada Rabu (12/8/2026). Kerentanan tersebut dipicu oleh koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan pada semester pertama tahun ini.

Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyatakan bahwa tekanan aksi jual oleh investor asing masih membayangi pergerakan pasar domestik. Kondisi itu tercatat secara kumulatif tahunan meskipun terdapat aksi beli bersih dalam beberapa pekan terakhir.

"Di tengah kondisi tersebut, pergerakan IHSG di kisaran 6.200 hingga 6.300 masih cukup volatil, terutama karena pasar sedang menunggu hasil rebalancing MSCI," ujar Yusuf Rendy Manilet, Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia.

Penetapan status pembekuan oleh MSCI membuat tidak adanya penambahan emiten baru maupun kenaikan bobot saham Indonesia. Situasi ini memproyeksikan dampak hasil tinjauan kuartal ini cenderung netral hingga sedikit negatif bagi pergerakan indeks.

"Kalau perbaikan tersebut bisa dibuktikan secara konsisten, kepercayaan terhadap pasar Indonesia sebagai Emerging Market akan semakin kuat," kata Yusuf Rendy Manilet, Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia.

Risiko penurunan bobot masih mengintai sejumlah saham yang mengalami penyusutan nilai kapitalisasi pasar berbasis saham publik. Sementara itu, kegagalan dalam pembuktian transparansi berisiko menurunkan status pasar saham domestik ke tingkat Frontier Market.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed