IHSG Berpotensi Menguat Menjelang Pengumuman MSCI

Smallest Font
Largest Font

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan menjelang pengumuman reviu indeks MSCI periode Agustus 2026, meskipun pasar saham masih dibayangi risiko koreksi menembus area support penting.

Pengelola indeks global MSCI dipastikan tidak melakukan inklusi maupun peningkatan kelas bagi saham-saham asal Indonesia dalam reviu kali ini. Di sisi lain, tekanan jual investor di pasar domestik dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan volume pada perdagangan Rabu (12/8/2026).

Analis Phintraco Sekuritas mencatat indeks domestik telah berada di bawah level MA10 setelah mengalami penurunan sebesar 1,53 persen ke level 6.267,88 pada Selasa (11/8/2026).

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180-6.200," jelas analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada Rabu, meskipun indeks diakui tetap bertahan di atas MA20.

Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan adanya dua skenario pergerakan indeks di tengah dinamika pasar saat ini.

"Best case, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari Wave V dari Wave (C) dari Wave [IV], hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544," jelas Herditya, dalam analisa teknikal yang disampaikan.

MNC Sekuritas juga memperhitungkan skenario terburuk jika pergerakan indeks gagal mempertahankan posisi penguatannya.

Adapun skenario terburuknya, kata Herditya, IHSG juga rawan terkoreksi menembus support pentingnya dan menuju 5.890-6.192 jika gagal menguat.

Indikator teknikal lain turut mengonfirmasi adanya peluang kenaikan harga saham di bursa domestik.

Namun dalam riset yang disampaikan pada Selasa, ia melihat sentimen pasar membuat IHSG akan cenderung konsolidasi, di tengah meningkatkan volatilitas pasar jelang pengumuman MSCI pada 12 Agustus 2026.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Menurut data Bloomberg, harga minyak WTI naik 0,66 persen ke posisi US$83,75 per barel dan Brent menguat 0,64 persen ke level US$89,48 per barel pada pembukaan sesi Asia, sementara indeks Wall Street seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat memerah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed