PB AI Sebut Athlon Sawangan Depok Berpotensi Cetak Atlet Berprestasi
Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) optimistis kawasan olahraga terpadu Athlon Sawangan di Bojongsari, Kota Depok, dapat mencetak atlet renang berprestasi level internasional usai resmi dibuka pada Sabtu, 25 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
Ketua Harian PB AI, Harlin E. Rahardjo, menilai pembinaan berkelanjutan di cabang akuatik akan semakin kuat berkat hadirnya fasilitas berstandar World Aquatics di atas lahan seluas 15 hektare tersebut.
Kompleks olahraga ini dilengkapi kolam renang Olympic size dan hall gimnastik bertaraf dunia, serta disiapkan untuk pengembangan cabang bulu tangkis, basket, tenis, hingga pickleball. Kawasan ini juga memiliki nilai historis karena menjadi tempat latihan dua peraih medali perunggu Asian Games asal Klub Pelita Jaya.
Harlin mengharapkan rekam jejak manis di lokasi tersebut dapat kembali terulang melalui program pembinaan yang terstruktur.
"Mudah-mudahan nanti muncul lagi juara-juara Asian Games dari tempat ini," harap Harlin E. Rahardjo, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
Menurutnya, ketersediaan sarana berstandar internasional sangat dibutuhkan untuk menunjang proses latihan talenta muda dari tingkat dasar hingga level elite secara konsisten.
"Ada kemungkinan karena memang ini dibangun sesuai standar World Aquatics. Jadi kita ingin memperbesar ekosistem olahraga tadi seperti disampaikan juga," ujar Harlin, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
Selain bagi atlet, keberadaan sarana olahraga modern ini dinilai bakal memperluas ekosistem dengan mendorong pertumbuhan pelatih, pengusaha, serta penyelenggaraan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
"Dengan adanya fasilitas seperti ini, bukan hanya atlet yang akan berkembang, tetapi juga pelatih akan tumbuh, pengusaha-pengusaha olahraga juga berkembang. Event-event olahraga pun akan semakin banyak dengan munculnya fasilitas seperti ini," kata Harlin, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
Harlin menegaskan bahwa investasi fasilitas olahraga berbanding lurus dengan pencapaian prestasi, di mana cabang renang dan gimnastik berpotensi besar menjadi lumbung medali bagi Indonesia.
"Renang dan gimnastik itu adalah lumbung medali emas. Kalau kita memiliki satu atau dua atlet yang benar-benar berprestasi, mereka bisa menyumbangkan lebih dari lima medali emas. Itu sudah menjadi kontribusi besar bagi Indonesia di multi-event," beber Harlin, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
Integrasi berbagai cabang dalam satu kawasan terpadu juga memungkinkan dilaksanakannya program pembinaan silang antar cabang olahraga akuatik.
"Dengan adanya fasilitas multi-cabang olahraga di Athlon ini, kita juga bisa melakukan pembinaan lintas cabang. Renang dan gimnastik bisa menjadi cikal bakal lahirnya atlet artistic swimming maupun diving," ujar Harlin, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow