Pedro Acosta Memilih Tidak Memiliki Teman di Paddock MotoGP

Smallest Font
Largest Font

Pembalap KTM Pedro Acosta memilih untuk tidak menjalin hubungan pertemanan dengan sesama rival di paddock MotoGP demi menjaga fokus persaingan di lintasan. Pendekatan tersebut dinilai memberi keuntungan karena membuatnya dapat membalap tanpa ragu saat harus bertarung sengit dengan pembalap lain, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Acosta menilai para pembalap pada dasarnya mudah diajak berkomunikasi. Meski demikian, situasi berubah ketika berada di sirkuit karena setiap pembalap memiliki ambisi yang sama untuk menjadi juara dunia.

Sikap menjaga jarak dipilih Acosta karena menganggap sulit membangun hubungan jujur di tengah persaingan ketat tersebut.

"Syukurlah di MotoGP, dengan hampir semua pebalap cukup mudah untuk berbicara, mudah untuk menjalin hubungan," kata Acosta.

Ia menegaskan bahwa kesamaan tujuan antar pembalap menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk membatasi interaksi sosial di luar balapan.

"Tapi pada akhirnya, semua orang ada di sini untuk mendapatkan mimpi yang sama. Dan cukup sulit, menurut saya, untuk memiliki hubungan yang jujur dengan seseorang yang menginginkan hal yang sama persis dengan Anda," kata Acosta.

Atas alasan itu, Acosta lebih memilih untuk tidak memiliki ikatan emosional apa pun dengan kompetitornya.

"Sejujurnya, mungkin saya lebih memilih untuk mundur selangkah dan tidak memiliki hubungan apa pun," tutur Acosta.

Acosta mengungkapkan bahwa kondisi tanpa teman di area paddock sudah dirasakannya sejak awal berkarier di kelas utama. Situasi ini dinilainya positif karena membuatnya bisa bertarung secara bebas tanpa terbeban rasa segan.

"Saya merasa sejak hari pertama, saya tidak punya teman di paddock," ujar Acosta.

Dengan ketiadaan ikatan pertemanan tersebut, ia mengaku bisa melakukan manuver menyalip secara maksimal terhadap siapa pun.

"Tapi saya senang karena dengan begitu saya tidak punya perasaan dengan siapa pun. Saya benar-benar tidak peduli siapa yang saya coba salip atau dengan cara apa saya mencoba menyalip," ujar Acosta.

Selain membahas soal pertemanan, Acosta juga merindukan atmosfer rivalitas panas seperti yang pernah terjadi pada era-era sebelumnya di MotoGP, seperti persaingan Valentino Rossi dengan Sete Gibernau atau Mick Doohan dengan Alex Criville.

"Kalau Anda melihat masa lalu, kurang lebih semua hubungan seperti ini," kata Acosta.

Ia menganggap ketegangan antar pembalap merupakan unsur penting yang mulai berkurang dalam kompetisi masa kini.

"Ingat Sete dengan Valentino, atau Criville dengan Doohan, itu bukan hubungan yang mudah. Mungkin ini juga bagian bumbu yang sekarang hilang dari MotoGP," tutur Acosta.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed