Pemadaman Listrik di Kalsel Kalteng Timbulkan Kerugian Peternak
Gangguan teknis pada Sistem Interkoneksi Kalimantan memicu pemadaman listrik massal di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sejak Kamis (23/7/2026), yang mengakibatkan kematian lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging di Desa Aluan Sumur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kematian ribuan ayam di dalam kandang sistem tertutup milik Saipul Hadi tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) akibat lonjakan suhu ruang saat listrik padam lebih dari lima jam. Insiden ini diperkirakan menelan kerugian materiil hingga Rp250 juta setelah sistem pendingin blower terhenti dan generator cadangan mengalami kerusakan teknis.
Pambakal Aluan Sumur, Nurul Adha, mengonfirmasi detail peristiwa yang menimpa usaha peternakan warga di wilayahnya tersebut.
"Seperti yang di video viral, lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging mati di kandang close house milik Saipul Hadi akibat kepanasan karena listrik mati," kata Pambakal Aluan Sumur Nurul Adha.
Nurul menjelaskan bahwa gangguan pada generator cadangan menjadi penyebab gagalnya sistem ventilasi saat pemadaman berlangsung.
"Generator yang ada macet, sehingga kipas blower tidak bisa menyala semuanya. Akibatnya ayam kepanasan dan mati," ujarnya.
Ia juga menambahkan rincian mengenai populasi serta penanganan terhadap sisa ayam yang masih bertahan hidup di area kandang dua tingkat itu.
"Populasinya sekitar 8.000 ekor. Jadi 4.000 ekor berada di lantai atas dan 4.000 ekor di bawah. Ayam yang mati ada di bagian atas dan bawah," jelas Nurul.
Ia menyebutkan tindakan darurat yang diambil untuk menyelamatkan sisa populasi ternak dari ancaman kematian susulan.
"Yang di atas dan masih hidup terpaksa kami keluarkan dari kandangnya," ujar Nurul.
Peternak mulai mendistribusikan sisa ayam yang selamat ke pasar guna meminimalkan kerugian yang lebih besar.
"Untuk saat ini, ayam yang masih hidup dan sudah pas timbangannya untuk dijual," katanya.
Pihak desa berharap adanya langkah konkrit dan kepastian dari penyedia jasa listrik terkait krisis kelistrikan yang berulang.
"Kami berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pihak terkait karena kerugian yang dialami peternak sangat besar," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya stabilitas pasokan energi bagi keberlanjutan sektor usaha berbasis elektronik.
"Harapannya ke depan pasokan listrik bisa cepat stabil dan tidak lagi terjadi pemadaman seperti saat ini yang bisa mencapai lebih dari tujuh jam. Kasihan para pelaku usaha yang bergantung pada perangkat elektronik," harapnya.
Dari pihak pengelola jaringan, General Manager UID Kalselteng Iwan Soelistijono memberikan penjelasan resmi mengenai pemicu penurunan kapasitas pasok energi listrik di wilayah operasionalnya.
"Dukungan pelanggan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga proses pemulihan selesai," kata Iwan.
Sektor pemerintah daerah turut menanggapi krisis energi ini melalui pernyataan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
"Paling esensial saat ini kepastian informasi. Masyarakat butuh jadwal yang jelas agar bisa mengantisipasi dan mempersiapkan aktivitas harian mereka dengan baik," ujar Lisa.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses normalisasi jaringan listrik demi menjaga stabilitas ekonomi lokal.
"Kami terus mengawal perkembangan penanganan gangguan kelistrikan dan mendorong percepatan normalisasi pasokan listrik demi menjaga kenyamanan masyarakat serta kelancaran perekonomian daerah," ucapnya.
Sementara itu, pihak manajemen PLN UP3 Barabai memberikan respons terkait laporan kerugian yang diajukan oleh peternak.
"Kami ingin bertemu langsung dengan pelanggan untuk memperoleh informasi secara lengkap, sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Barabai Kurnia Dany Hargyana.
Manager Unit Layanan Pelanggan Barabai Kota, Syarwani, menyampaikan langkah komunikasi awal yang telah dibangun bersama pemilik usaha.
"Kasus ini sudah kami monitor. Kami juga sudah berkomunikasi melalui WhatsApp. Nanti setelah pemilik usaha berada di Barabai, kami akan bertemu langsung untuk membahas permasalahan ini," ucap Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Barabai Kota Syarwani.
Saksi warga yang merekam rekaman kondisi tumpukan ayam mati turut memberikan keterangan singkat mengenai situasi di lapangan.
"Nah, fit, 5.000 mati. Mati blower semalam mati lampu, masih banyak lagi di dalam. Kalau tidak dibuang, buruk wara naya," tutur perekam.
Pihak PLN menyatakan bahwa mekanisme evaluasi laporan dan penanganan kompensasi akan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan yang telah diubah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow