PLN Optimalkan Pembangkit Atasi Pemadaman Listrik Sulbagsel

Smallest Font
Largest Font

PT PLN (Persero) mengoptimalkan pengoperasian pembangkit listrik untuk mengatasi pemadaman bergilir di wilayah Sulawesi Bagian Selatan pada Minggu, 6 September 2026. Pemulihan pasokan dilakukan setelah pemadaman berdampak pada aktivitas warga, sektor usaha, hingga memicu aksi unjuk rasa mahasiswa.

Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke dalam sistem kelistrikan. Meski demikian, daya mampu sejumlah pembangkit lain belum optimal sehingga pengaturan beban tetap dilakukan secara bertahap.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan kondisi pasokan sistem masih perlu dikelola secara cermat.

"Kondisi pasokan listrik di Sulbagsel saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Tapi dampak total beban sudah berkurang," ujar Niki Rendra Adisetiawan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar.

Niki menambahkan bahwa langkah mitigasi terus dijalankan demi menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi listrik masyarakat secara real time.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal," kata Niki Rendra Adisetiawan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar.

Sebelumnya, gangguan infrastruktur kelistrikan ini memicu aksi unjuk rasa jilid II oleh puluhan mahasiswa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jalan Hertasning, Makassar, pada Jumat, 4 September 2026. Massa membakar ban bekas dan membentangkan spanduk tuntutan terkait penghentian pemadaman serta pemberian kompensasi.

Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, menilai PLN kurang melakukan evaluasi pencegahan mengingat masalah keterbatasan pasokan listrik akibat pemadaman bergilir pernah terjadi pada tahun 2023.

"Permasalahan serupa sebenarnya telah terjadi pada tahun 2023, ketika pemadaman listrik secara bergilir juga menjadi persoalan dengan alasan keterbatasan debit air yang berdampak terhadap pasokan listrik. Dengan adanya pengalaman tersebut, PLN UID Sulselrabar seharusnya dapat melakukan langkah antisipatif dan menyiapkan solusi yang lebih efektif agar permasalahan yang sama tidak kembali terjadi dan membebani masyarakat," tegas Fajar Wasis, Panglima Besar GAM.

Aksi unjuk rasa tersebut diakhiri dengan dialog antara perwakilan mahasiswa dan manajemen PLN. Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan berjanji memberikan hak ganti rugi sesuai regulasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kontrol dan perhatian yang dilakukan oleh teman-teman Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM). Bagaimanapun, kami tidak akan mengelak atas kejadian yang terjadi. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi pada hari ini," jelas Niki Rendra Adisetiawan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar.

Manajemen PLN menegaskan komitmen penanganan dampak teknis kelistrikan bagi seluruh pelanggan yang terdampak pemadaman.

"Terkait dengan kompensasi, kami memastikan bahwa hal tersebut akan diberikan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sementara itu, pemadaman listrik secara bergilir akan kami upayakan untuk segera dihentikan," lanjut Niki Rendra Adisetiawan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar.

Pengaturan beban sementara tetap menyasar berbagai area pemukiman serta kawasan industri di Kota Makassar dan Kota Parepare. Di Parepare, PLN ULP Mattirotasi memberlakukan penghentian aliran listrik bertahap sebanyak lima sesi dari pagi hingga malam hari.

Manajer ULP Mattirotasi PLN UP3 Parepare, Adryani, menekankan bahwa pemeliharaan instalasi merupakan langkah krusial untuk menjaga sistem jaringan.

"Pemeliharaan instalasi ini penting dilakukan demi menjaga keandalan jaringan kelistrikan kita. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses pemeliharaan berlangsung," ujar Adryani, Manajer ULP Mattirotasi PLN UP3 Parepare.

Masyarakat diimbau memantau penyesuaian jadwal pemadaman listrik secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, WhatsApp Channel ULP lokal, atau Contact Center 123.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed