Kasus Pembunuhan Andrés Escobar Terungkap Dipicu Kerugian Taruhan

Smallest Font
Largest Font

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa insiden penembakan fatal yang menewaskan bek tim nasional Kolombia, Andrés Escobar, dipicu oleh kerugian besar sejumlah bandar judi pada Piala Dunia 1994. Kasus tragis ini kembali diangkat ke publik oleh media Online24 pada Rabu, 8 Juli 2026, setelah langkah tim berjuluk Los Cafeteros tersebut terhenti di fase grup turnamen. Kegagalan tim nasional Kolombia dipastikan setelah mereka menelan kekalahan 1-3 dari Rumania dan tumbang 1-2 dari tuan rumah Amerika Serikat.

Dalam laga melawan Amerika Serikat, Escobar melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang, yang kemudian mempercepat tersingkirnya Kolombia dari kompetisi. Dampak dari hasil buruk tersebut membuat Escobar menerima tekanan berat dari publik serta mengancam peluang kariernya di klub raksasa Italia, AC Milan. Kakak kandung sang pemain, Santiago Escobar, mengonfirmasi kondisi psikologis adiknya yang sangat terpukul setelah laga krusial itu.

"Gol!" ujar Humberto Muñoz Castro, pelaku penembakan, menirukan teriakan ejekan setiap kali melepaskan tembakan berdasarkan keterangan saksi mata.

Peristiwa penembakan terjadi di sebuah area parkir klub malam di Medellín setelah Escobar terlibat adu mulut dengan sekelompok pria mengenai performanya. Pelaku melepaskan enam tembakan jarak dekat yang mengakibatkan bek berusia 27 tahun tersebut meninggal dunia di tempat kejadian. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa Muñoz Castro bertindak sebagai pengawal pribadi dari Santiago Gallón Henao dan Pedro Gallón Henao. Kedua bersaudara tersebut diketahui terafiliasi dengan organisasi kriminal La Oficina de Envigado, sebuah jaringan yang lahir dari Kartel Medellín.

Berdasarkan laporan kepolisian, Gallón bersaudara menderita kerugian finansial yang signifikan akibat bertaruh pada performa tim nasional Kolombia di turnamen tersebut. Muñoz Castro selaku eksekutor dijatuhi hukuman 43 tahun penjara, namun dibebaskan setelah hanya menjalani masa hukuman selama 11 tahun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed