Pemerintahan Transisi Suriah Integrasikan 130 Faksi ke Militer
Pemerintahan transisi Suriah di bawah kepemimpinan Abu Muhammad al-Jolani telah memasukkan lebih dari 130 faksi bersenjata ke dalam struktur angkatan bersenjata nasional yang baru pada Minggu (6/9/2026). Langkah penataan ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan setelah tumbangnya pemerintahan Bashar al-Assad guna menyatukan komando militer di seluruh provinsi. Proses integrasi tersebut mengelompokkan berbagai kelompok bersenjata ke dalam divisi dan brigade baru.
Walaupun para komandan mendapatkan pangkat resmi dan kelompok berubah nama, susunan internal serta jaringan komando lama tidak sepenuhnya dibongkar. Banyak unit militer yang baru dibentuk tetap mempertahankan personel, kepemimpinan, dan ikatan lokal asal mereka. Unit yang berasal dari Idlib dan utara Aleppo masih memiliki keterikatan kuat dengan struktur lamanya, sementara kelompok di wilayah selatan dan kawasan pesisir mempertahankan hubungan kesukuan serta kondisi keamanan setempat.
Komposisi militer baru Suriah saat ini mencakup faksi bentukan perang, kelompok yang mendapat dukungan Turki, faksi kesukuan, hingga mantan perwira dari rezim sebelumnya. Namun, seluruh unsur ini belum menjalani pelatihan terpadu jangka panjang dan belum memiliki doktrin militer resmi yang disepakati bersama.
Pemerintah transisi juga membuat kesepakatan khusus dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Melalui formula baru hasil mediasi, anggota SDF ditempatkan dalam divisi tersendiri yang terdiri dari tiga brigade Kurdi dan satu brigade khusus wilayah Ain al-Arab atau Kobani, tanpa dibubarkan secara individu. Pola serupa berpotensi diterapkan di Provinsi Suwayda terhadap Pasukan Garda Nasional pimpinan Syekh Hikmat al-Hijri. Menurut laporan Al-Akhbar yang dikutip media ABI, penggabungan unsur-unsur lokal ke dalam lembaga negara dimungkinkan terjadi di tengah berlanjutnya dinamika keamanan wilayah selatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow