Pemkab Lebak Pasok Air Bersih dan Usulkan Sumur Bor
Pemerintah Kabupaten Lebak bersama BPBD dan Tagana menyalurkan bantuan air bersih serta mengusulkan pembuatan sumur bor ke Kementerian Pertanian guna mengatasi dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Banten pada Juli 2026. Krisis air bersih akibat penyusutan sumber air dan belum adanya jaringan PDAM ini telah memicu kekeringan di 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan Kabupaten Lebak. Selain memicu kelangkaan air untuk kebutuhan rumah tangga, kemarau panjang juga menyebabkan puluhan hektar tanaman padi berusia 20 hingga 60 hari mengalami kekeringan berat hingga puso. Pemerintah daerah mengoptimalkan penanganan dengan mengerahkan tiga unit armada mobil tangki untuk memasok air bersih gratis, melakukan pemeliharaan jaringan irigasi, serta memasang pompa pada sumber air permukaan sungai yang masih tersedia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menjelaskan bahwa usulan sumur bor difokuskan pada area persawahan yang kritis.
"Kita mengusulkan pembuatan sumur bor itu beberapa titik khususnya areal persawahan yang tidak memiliki sumber air," kata Rahmat Yuniar, Kepala Dinas Pertanian. Dinas Pertanian kini tengah memitigasi dampak sistemis terhadap sektor pangan bersama para penyuluh di lapangan.
"Kami tengah melakukan pendataan areal persawahan yang mengalami kekeringan berat dan puso," kata Dike Cidrasari, Penyuluh Pertanian Kalanganyar Kabupaten Lebak. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta menyatakan kesiapan armada untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih lewat mekanisme pengajuan via WhatsApp.
"Kami berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan pendistribusian air bersih mencukupi untuk keperluan MCK selama beberapa hari ke depan," kata Sukanta, Kepala BPBD Kabupaten Lebak. BPBD mencatat penyaluran telah menyasar warga Cibuah Nangklak sebanyak 5.000 liter untuk 47 KK, serta warga Cibuah Masigit sebanyak 5.000 liter untuk 93 KK. "Kami mempersiapkan tiga unit armada kendaraan tangki untuk penyaluran air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih," kata Sukanta, Kepala BPBD Kabupaten Lebak.
Di sisi lain, pergerakan di lapangan juga didukung penuh oleh sukarelawan kemanusiaan regional.
"Bantuan akan terus disalurkan secara bertahap ke wilayah-wilayah yang masih mengalami kekeringan," kata Iwan Hermawan, Ketua Tagana Kabupaten Lebak. Tagana berkomitmen menjaga pasokan air bersih agar aktivitas domestik warga tidak lumpuh total selama musim kemarau. "Sejauh ini kami berupaya membantu memasok air bersih kepada warga, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak dan keperluan sehari-hari lainnya," kata Iwan Hermawan, Ketua Tagana Kabupaten Lebak.
Respons positif disampaikan oleh perwakilan warga yang sumurnya telah mengering sejak beberapa pekan terakhir.
"Kami berharap pendistribusian air bersih bisa dilakukan setiap pekan untuk memenuhi untuk keperluan MCK saat musim kemarau," kata Suryadi, warga Warunggunung. Pasokan air tersebut menjadi tumpuan utama karena alternatif sumber air di sekitar permukiman sudah tidak dapat diandalkan.
"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih ini. Sumur di rumah sudah mulai kering sejak sekitar sebulan yang lalu," kata Eni, warga Desa Cibuah. Debit air yang terus menurun membuat warga sangat bergantung pada kelanjutan program bantuan tangki air bersih ini.
"Hampir semua sumur warga mengalami penurunan debit, bahkan mulai mengering. Karena itu, bantuan air bersih ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat," kata Eni, warga Desa Cibuah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow