Pemkot Blitar Buka Makam Bung Karno 24 Jam untuk Peziarah
Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, mulai dibuka selama 24 jam nonstop sejak 15 Agustus 2026 untuk melayani peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah, dilansir dari Detik Travel.
Kebijakan ini diambil oleh Pemkot Blitar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Meskipun kondisi di malam hari relatif sepi dibandingkan siang, peziarah dapat berziarah dengan lebih khidmat di pusara Bung Karno.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan pembukaan ini bertujuan memfasilitasi masyarakat dan sudah mendapat izin dari Megawati Soekarnoputri.
"Kami juga sudah mendapatkan ijin dari Bu Mega, beliau juga beberapa kali untuk menanyakan jumlah pengunjung di MBK selama 1 bulan atau 1 tahun jadi kami report terus. Bu mega berpesan para peziarah juga dilakukan secara tertib dibikin tidak banyak di dalam, jadi agar tidak berjubel makanya aturan (24 jam) ini diterapkan dan tentunya dengan mempertimbangkan kondusifitas dan penataan di Makam Bung Karno," ujar Syauqul Muhibbin.
Pemkot juga menyesuaikan aturan untuk pedagang di sekitar makam agar mendukung ekonomi warga sekitar tanpa mengganggu ketertiban.
"Kami konditional kalau pedagang, intinya pembukaan ini dalam rangka memfasilitasi peziarah yang datang ke Makam Bung Karno. Kemudian masyarakat juga bisa mengambil hikmah atau ajaran beliau. Sama halnya dengan pedagang dan masyarakat Kota Blitar dapat semakin berkembang," tambahnya.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, menyatakan pembukaan makam selama 24 jam bertujuan menarik lebih banyak pengunjung dengan target peningkatan dari 221 ribu menjadi 250 ribu per tahun.
"Target awal kunjungan di sini, sekitar 221 ribu pengunjung selama setahun. Tapi setelah ini nanti, setelah dibuka 24 jam untuk target pengunjung bisa naik menjadi 250 ribu orang," kata Rike Rochmawati.
Berbagai fasilitas pendukung, termasuk penambahan lampu penerangan, telah disiapkan. Petugas penjaga akan bekerja secara shift sesuai anggaran saat ini.
"Iya untuk petugasnya akan diberlakukan di-shift. Insyaallah, sambil lihat perkembangan kami akan mengusulkan tenaga tambahan kalua memang dibutuhkan. Cuma sementara saat ini masih belum ada tambahan, dengan tenaga yang ada kami manfaatkan sesuai dengan anggaran yang tersedia," ujar Rike Rochmawati.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow