Pemkot Jakut Relokasi 613 PKL Pasar Kramat Jati Pasca Kecelakaan Maut

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 613 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Bogor, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akan direlokasi ke empat lokasi yang disiapkan Pemerintah Kota Jakarta Timur setelah kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar berinisial HH (17) pada 17 Agustus 2026.

Kecelakaan terjadi karena permukaan jalan yang licin dan becek akibat limbah dari aktivitas pedagang ikan dan kerang. Korban yang mengendarai sepeda motor terjatuh lalu terlindas truk sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Empat lokasi relokasi PKL yang disiapkan adalah Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, area dalam Pasar Kramat Jati, Lokasi Sementara (Loksem) Cililitan, dan Loksem Jalan Nusa Indah, Ciracas.

Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya Yohanes Daramonsidi menyatakan, "Total seluruh 613 PKL sudah siap didistribusikan ke empat lokasi dan akan finalisasi, pedagang maunya (direlokasi)," menurut Kompas.com pada 24 Agustus 2026.

Dari 613 PKL, sebanyak 193 pedagang ikan dan kerang akan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati.

Yohanes menambahkan, "Pasar Jaya siap menampung 282 pedagang sesuai dengan space yang tersedia di Pasar Kramat Jati, sesuai dengan kuota kios, los, dan PKL." Pedagang ini meliputi daging, ayam, sayur, buah, kue, dan kopi.

PKL lain akan ditempatkan di Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah, Ciracas. Penentuan lokasi final akan dibahas dalam pertemuan bersama perwakilan PKL pada 26 Agustus 2026 di Kantor Kecamatan Kramat Jati.

Yohanes menegaskan, "Penataan dilakukan agar para pedagang berjualan bukan di fasilitas dan sarana umum yang mengganggu kepentingan masyarakat." Penataan ini sebagai hasil koordinasi antara Pemkot Jakarta Timur dan instansi terkait.

Kecelakaan pelajar HH menjadi pemicu utama penataan ini. Saat itu bahu jalan yang licin akibat limbah ikan membuat korban terpeleset dan terlindas truk sampah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan belasungkawa dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum HH. Saya sudah meminta kepada jajaran terkait, terutama kepada wali kota dan juga kepada Satpol PP, yang begini tidak boleh terulang," ujar Pramono pada 18 Agustus 2026.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengerahkan petugas gabungan sejak 18 Agustus 2026 malam untuk menata kawasan dan mengatur para pedagang agar tidak berjualan di badan jalan.

"Jangan menyiram ikan dengan air dibiarkan mengalir di jalanan, tetapi harus pakai air siraman, wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," tambah Munjirin terkait pengelolaan limbah yang menjadi penyebab jalan licin.

Ayah korban, Eri Yusnovi, menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang licin dan meminta agar pemerintah tidak hanya memindahkan lapak pedagang, tetapi memastikan jalan kembali berfungsi sebagai jalan.

"Intinya bukan di situ, kondisi jalan yang licin, seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan," ujar Eri saat bertemu Gubernur di Balai Kota Jakarta pada 21 Agustus 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed